Desakan kepada DPD GMNI Sultra Segera Gelar Konferda

SULTRAMERDEKA.COM – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kendari mendesak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GMNI Sulawesi Tenggara segera menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) III.

Desakan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Bidang Organisasi DPC GMNI Kendari, Arwan, sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta dinamika internal GMNI di Sulawesi Tenggara.

Arwan menilai kondisi DPD GMNI Sultra yang dinilai tidak berjalan maksimal tidak dapat dianggap sepele. Menurutnya, diperlukan langkah organisasi yang strategis dan taktis agar dinamika internal tidak berlangsung berkepanjangan.

“Semua kader DPC GMNI Kendari harus punya perhatian serius, apalagi demi berjalannya estafet regenerasi,” tegas Arwan.

Menurutnya, Konferda menjadi ruang yang tepat untuk melakukan konsolidasi, evaluasi, sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan. Forum tersebut juga dinilai penting untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal secara organisatoris agar tidak mengganggu aktivitas dan keberlangsungan GMNI di Sulawesi Tenggara.

“DPD GMNI Sulawesi Tenggara harus menjadi corong dan membuka ruang dialog untuk meminimalisir dinamika yang kontraproduktif yang justru akan merugikan kita semua di tubuh GMNI Sulawesi Tenggara,” ujarnya.

Arwan mengatakan, Konferda juga menjadi momentum bagi organisasi di tingkat cabang untuk mengetahui sekaligus mengevaluasi program-program yang telah berjalan selama kepengurusan DPD GMNI Sultra.

“Saya pikir sudah waktunya juga untuk melakukan Konferensi Daerah mengingat kepengurusan DPD sekarang ini sudah tidak berjalan maksimal dan lebih dari satu periode kepengurusan, kaderisasi yang mandek dan sikap politik organisasi yang tidak jelas,” tegasnya.

Ia menilai dinamika merupakan hal yang lumrah dalam organisasi dan dapat menjadi bagian dari proses pendewasaan kader. Namun, dinamika tersebut harus tetap dikelola melalui ruang dialog dan mekanisme organisasi.

“Saya pikir dinamika sesuatu hal yang lumrah dalam organisasi yang juga bisa mendewasakan kita semua. Tetapi jika orientasinya hanya berbantah-bantahan, menimbulkan sentimen dan ujaran kebencian yang kontraproduktif, saya pikir perlu ada atensi untuk menjaga marwah dan eksistensi gerakan ini,” bebernya.

Arwan berharap Konferda III dapat menjadi ruang refleksi, evaluasi, serta kritik dan otokritik untuk mencari formulasi perbaikan internal GMNI Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, forum tersebut juga diperlukan untuk kembali merumuskan konsep kaderisasi, organisasi, dan politik GMNI di Sulawesi Tenggara sehingga seluruh kader dapat memiliki arah perjuangan yang lebih jelas.

“Masalah-masalah internal akan kita bahas dalam forum tersebut dan dituntaskan agar tidak berpengaruh dalam menjalankan aktivitas organisasi,” tegas Arwan.

Arwan menambahkan, pelaksanaan Konferda merupakan bagian penting dalam konsolidasi organisasi, termasuk mengevaluasi program DPD serta progres cabang-cabang GMNI yang ada di Sulawesi Tenggara.

Ia berharap seluruh kader GMNI di Sulawesi Tenggara dapat mengedepankan kolaborasi, memperkuat konsolidasi, serta terus mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan organisasi.

“Pentingnya elaborasi dan komitmen bersama harus dilakukan secara dinamis oleh kader-kader GMNI agar terus mengaktualisasikan nilai-nilai Marhaenisme dalam kehidupan sehari-hari serta kita tidak terbelah dalam internal GMNI di Sulawesi Tenggara,” katanya.

Ia juga menilai konsolidasi organisasi, transformasi kepemimpinan, penguatan kualitas dan kapasitas kader, pendistribusian kader, serta kaderisasi harus menjadi prioritas dalam kepengurusan ke depan.

“Konferda ini harus menjadi bagian konsolidasi organisasi, mengevaluasi program DPD dalam berjalannya kepengurusan serta progres cabang yang ada di Sulawesi Tenggara,” harapnya.

Di tengah dorongan untuk segera menggelar Konferda III, Arwan turut menyebut eks Ketua DPC GMNI Kendari, Rasmin Jaya, sebagai salah satu figur yang dinilainya layak memimpin DPD GMNI Sulawesi Tenggara.

Menurut Arwan, penilaian tersebut didasarkan pada loyalitas, dedikasi, komitmen, dan konsistensi Rasmin Jaya dalam menjalankan amanah organisasi selama memimpin DPC GMNI Kendari.

“Kita bisa lihat selama ini, di tengah dinamika GMNI Kendari ia mampu memaksimalkan segala program, kegiatan dan konsolidasi kader sampai di tataran akar rumput komisariat,” bebernya.

Arwan berharap momentum Konferda III nantinya dapat menjadi ruang untuk memperbaiki dan membenahi tata kelola organisasi sekaligus memperkuat kaderisasi GMNI di Sulawesi Tenggara.

Ia menegaskan, seluruh proses tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memperkuat eksistensi GMNI serta terus membumikan nilai-nilai Marhaenisme di Jazirah Sulawesi Tenggara.