Hadapi Kemarau Panjang, Polda Sultra Ambil Langkah Ini

SULTRAMERDEKA.COM – Polda Sulawesi Tenggara menggelar apel gelar pasukan dan peralatan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra tersebut dipimpin langsung Kapolda Sultra Irjen Pol. Himawan Bayu Aji dan dihadiri jajaran Forkopimda Sultra, Wakapolda Brigjen Pol. Budi Hermawan, pejabat utama Polda Sultra serta stakeholder terkait.

Kapolda mengatakan kondisi cuaca perlu menjadi perhatian bersama seiring prediksi musim kemarau yang berlangsung lebih panjang mulai Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kekeringan dan membuat lahan serta vegetasi semakin mudah terbakar. Aktivitas manusia juga berpotensi menjadi pemicu kebakaran.

Dalam apel tersebut, Kapolda melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam menghadapi potensi karhutla.

Kegiatan melibatkan Dinas Kehutanan, BPBD Sultra, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, BMKG Sultra, Manggala Agni serta unsur terkait lainnya.

Berdasarkan pemetaan Biro Operasi Polda Sulawesi Tenggara, terdapat tujuh titik rawan karhutla yang tersebar di empat kabupaten.

Dua titik berada di Kabupaten Bombana, satu titik di Kabupaten Kolaka Utara, satu titik di Kabupaten Konawe Utara dan tiga titik di Kabupaten Konawe Selatan.

Selain itu, sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah terjadi kejadian karhutla di wilayah Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka Utara.

“Fenomena El Nino juga harus kita waspadai. Seluruh jajaran di Sulawesi Tenggara harus mempersiapkan langkah penanggulangan karhutla secara optimal,” ujar Kapolda.

Sebanyak 631 personel gabungan disiapkan Polda Sultra bersama stakeholder terkait untuk menghadapi potensi ancaman karhutla.

Kapolda menekankan keberhasilan penanganan karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi terutama dari kemampuan mencegah kebakaran terjadi, melakukan deteksi dini, memberikan respons cepat dan tepat serta mencegah api meluas.

Personel diminta aktif memetakan wilayah rawan, memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat serta memastikan kesiapan personel, kendaraan, peralatan, sarana evakuasi dan logistik pendukung.

“Pastikan seluruh unsur siap, lakukan simulasi tanggap darurat dan latihan kesiapsiagaan, kedepankan kecepatan dalam merespons setiap kejadian serta tingkatkan koordinasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder,” tandasnya.(sm-01)