Stikes Pelita Ibu Jadi Universitas, Rosmawati Ibrahim Sebagai Rektor
SULTRAMERDEKA.COM – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pelita Ibu Kendari beralih bentuk menjadi universitas setelah menerima SK Alih Bentuk dari LLDIKTI Wilayah IX Kementerian Dikti Saintek pada Sabtu (13/6/2026).
Dokumen SK Alih Bentuk yang ditandatangani pada 25 Mei 2026, diserahkan langsung Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman dan diterima Ketua Yayasan Pelita Ibu, Triawan Rizbar Taha, S.H. di auditorium kampus tersebut.
Dengan beralihnya bentuk kampus, dilakukan juga perubahan status kepemimpinan yang sebelumnya ketua menjadi rektor. Untuk itu, Yayasan Pelita Ibu menunjuk Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim, S.ST., M.S., M.Kes sebagai rektor yang sebelumnya menjabat ketua saat masih sekolah tinggi dan akademi.
Sekretaris Yayasan Pelita Ibu, dr.Ririt Yuliarti Taha, S.Ked., M.Kes. dalam sambutannya mengatakan, perubahan bentuk kampus menjadi universitas merupakan hasil karya banyak pihak.
“Ini merupakan kerja keras dan dedikasi banyak pihak selama dua dekade,” kata Ririt dalam sambutannya.
Ia berharap dengan pengalaman dan dedikasi Rosmawati Ibrahim sejak Pelita Ibu masih berstatus akademi hingga sekolah tinggi dapat menjadi modal penting dalam menjalankan Universitas Pelita Ibu.
Sementara Rosmawati Ibrahim dalam sambutannya mengawalinya dengan mengenang awal pembentukan Pelita Ibu saat masih berstatus akademi menjadi sekolah tinggi.
“Transformasi (menjadi universitas) ini bukan akhir tetapi perjalanan panjang yang jauh lebih berat,” katanya.
Ia menegaskan ke depannya Universitas Pelita Ibu berkomitmen untuk membangun kampus dengan budaya tri darma perguruan tinggi.
Selain itu, ia juga akan bersinergi dengan pemerintah dan dunia usaha dalam upaya menghasilkan lulusan yang kompeten.
“Semoga ke depan lebih baik lagi dan momentum bersejarah ini kita jadikan titik untuk menumbuhkan universitas sebagai kampus yang unggul, berkarakter dan berdaya saing,” kata Rosmawati Ibrahim.
Terakhir, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Dr. Andi Lukman dalam sambutannya mengapresiasi capaian Yayasan Pelita Ibu dalam memperjuangkan kampus Pelita Ibu menjadi universitas.
“Selamat atas perubahan bentuk. Ini merupakan perjuangan yang luar biasa. Ada komitmen yang luar biasa dalam proses ini. Saya tahu sekali bagaimana perjalanannya, kalau tidak punya komitmen yang kuat tidak mungkin sampai di tahap ini,” kata Andi Lukman.
Ia berharap dengan perubahan status kampus ini, pihak Universitas Pelita Ibu dapat berperan lebih vital dalam pengembangan sumberdaya manusia di Sulawesi Tenggara.
“Apa yang telah ditorehkan dapat dilanjutkan. Ini amanah dan kepercayaan dari pemerintah, maka harus dikelola dengan baik. Ini menandai babak baru pengembangan institusi yang lebih luas,” tegasnya.
Untuk diketahui, Universitas Pelita Ibu pada awal terbentuknya bernama Akademi Pelita Ibu pada tahun 2005. Kemudian pada 2019 menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pelita Ibu. Per tanggal 25 Mei 2026 resmi menjadi Universitas Pelita Ibu.
Dengan status saat ini, Universitas Pelita Ibu memiliki jurusan Kebidanan (D3), Administrasi Rumah Sakit (S1), Farmasi (S1), Kebidanan (S1), Hukum Bisnis (S1), Manajemen Ritel (S1) dan Pend. Profesi Bidan.
Dalam penyerahan SK ini, dihadiri pula Wakil Wali Kota Kendari, Wakil Bupati Konawe Selatan, dan sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara.(sm-01)






