Puluhan Santri di Kendari Dilarikan ke Sejumlah Fasilitas Kesehatan Usai Santap MBG

SULTRAMERDEKA.COM – Sebanyak 57 santri Pondok Pesantren Al Askar 03, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan pada Jumat (18/9/2026) sore hingga malam.

Mereka dilarikan di dua puskesmas dan dua rumah sakit setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para santri dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan tersebut setelah mengalami mual, muntah, pusing dan gatal.

Para santri yang mengalami keluhan kesehatan mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dari pihak puskesmas maupun rumah sakit.

Pihak kepolisian juga berada dilokasi untuk melakukan pengecekkan terkait dengan dugaan keracunan makanan tersebut.

Tim Polresta Kendari juga didampingi sejumlah pejabat terkait, yakni Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta pemilik yayasan SPPG Watubangga.

Menurut Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Kota Kendari, Fadilah Rizka, makanan tersebut berasal dari SPPG Watubangga. SPPG itu beralamat di Jalan Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Watubangga.

SPPG Watubangga berada di bawah pengelolaan Kepala SPPG, Sabdi Rasyid. SPPG tersebut menjadi salah satu lokasi penyedia makanan MBG bagi santri Pondok Pesantren Al Askar 03.

Usai mengecek kondisi para santri, rombongan Polresta Kendari mendatangi SPPG Watubangga. Pengecekan dilakukan untuk melihat proses penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan MBG.

Polresta Kendari bersama instansi terkait masih melakukan penanganan terhadap kejadian tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui penyebab munculnya gejala yang dialami para santri.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan, kepolisian telah melakukan olah TKP. Polisi juga mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Forensik (Labfor).

“Tim telah melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah sampel makanan untuk selanjutnya diperiksa di Labfor,” ujar Welliwanto Malau. Pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap pihak sekolah dan SPPG Watubangga.

Menurut Welliwanto, pemeriksaan tidak hanya dilakukan terhadap sampel makanan. Polisi juga akan memeriksa pihak yang berkaitan dengan penyediaan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan MBG.

“Bapak Kapolresta didampingi Bapak Wakapolresta tadi telah mengunjungi dan mengecek kondisi seluruh santri yang menjadi korban,” katanya. Rombongan juga mendatangi SPPG yang menyuplai makanan tersebut.

Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Sampel makanan yang diamankan akan diperiksa di laboratorium untuk membantu mengetahui penyebabnya.(sm-01)