Pemkot Kendari Tingkatkan Pengawasan Hewan Kurban
SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari mulai memperketat pengawasan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hewan kurban yang dipotong dan dibagikan kepada masyarakat memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Melalui Dinas Pertanian Kota Kendari, pemerintah menggelar Pelatihan Teknis Pemeriksaan Hewan Kurban yang melibatkan berbagai unsur pemeriksa hewan kurban di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan asal hewan selama momentum Idul Adha.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas pemotongan hewan kurban setiap tahun membutuhkan kesiapan petugas yang memahami prosedur pemeriksaan secara menyeluruh, baik sebelum maupun sesudah penyembelihan.
“Pemeriksaan hewan kurban sangat penting agar daging yang diterima masyarakat aman dikonsumsi dan sesuai standar kesehatan. Karena itu seluruh petugas harus memiliki pemahaman teknis yang sama,” ujar Imran.
Ia menegaskan, pengawasan tidak hanya dilakukan pada kondisi kesehatan hewan, tetapi juga mencakup proses penyembelihan hingga distribusi daging kurban kepada masyarakat.
Dengan pengawasan tersebut, pemerintah berharap masyarakat Kota Kendari memperoleh daging kurban yang higienis, sehat, dan sesuai syariat Islam.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Kendari, Santiwati, menjelaskan pelatihan digelar untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia dalam pemeriksaan hewan kurban berbasis prinsip ASUH.
Selain meningkatkan kapasitas petugas, kegiatan itu juga bertujuan menyamakan standar operasional pemeriksaan di seluruh lokasi pemotongan hewan kurban di Kota Kendari.
“Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan petugas sekaligus memastikan keamanan dan kelayakan daging kurban yang beredar di masyarakat,” jelas Santiwati.
Tak hanya itu, para peserta juga didorong aktif memberikan edukasi kepada panitia kurban dan masyarakat mengenai pentingnya pemotongan hewan sesuai standar kesehatan dan ketentuan syariat.
Pelatihan tersebut diikuti berbagai pihak, mulai dari Asosiasi Pemotong Sapi Kota Kendari, Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sultra, Persatuan Dokter Hewan Indonesia Provinsi Sultra, penyuluh peternakan, hingga mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo.





