Pemkot Kendari Dorong Petani Manfaatkan Teknologi Hadapi Perubahan Iklim
SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendorong petani memanfaatkan teknologi dan informasi iklim untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata terhadap sektor pertanian. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik Tahun 2026 yang digelar di salah satu hotel di Kota Kendari, Sabtu (4/7/2026), sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam menerapkan pertanian yang adaptif berbasis ilmu pengetahuan.
Melalui program tersebut, Pemkot Kendari ingin memastikan informasi iklim yang selama ini disediakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat dimanfaatkan secara langsung oleh petani sebagai dasar pengambilan keputusan dalam mengelola usaha tani. Mulai dari menentukan waktu tanam, memilih komoditas yang sesuai dengan kondisi cuaca, hingga mengantisipasi risiko gagal panen akibat perubahan iklim.
Dalam sambutan Wali Kota Kendari yang dibacakan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kendari, Rahmat Yunus, SE., MM, pemerintah kota menyampaikan apresiasi kepada BMKG, khususnya UPT Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara, atas komitmennya meningkatkan literasi dan edukasi iklim bagi masyarakat, khususnya petani.

Pemkot Kendari juga mengapresiasi dukungan Komisi V DPR RI serta BPD HIPMI Sulawesi Tenggara yang dinilai menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan lembaga teknis dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah.
Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa perubahan iklim kini menjadi tantangan serius yang memberikan dampak langsung terhadap sektor pertanian. Pergeseran musim, curah hujan yang semakin tidak menentu, hingga meningkatnya intensitas cuaca ekstrem menjadi ancaman bagi produktivitas pertanian dan stabilitas pasokan pangan.
Kondisi itu menjadi perhatian penting bagi Kota Kendari yang masih bergantung pada pasokan bahan pangan dari luar daerah. Apabila produksi pertanian terganggu akibat perubahan iklim, maka ketersediaan pangan dapat menurun dan berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok serta inflasi daerah.
Karena itu, Pemerintah Kota Kendari menilai transformasi menuju sistem pertanian yang adaptif berbasis informasi iklim menjadi kebutuhan mendesak. Melalui Sekolah Lapang Iklim Tematik, petani diharapkan mampu memanfaatkan data dan informasi ilmiah dari BMKG sebagai panduan praktis dalam setiap tahapan budidaya sehingga produktivitas tetap terjaga meski menghadapi kondisi cuaca yang terus berubah.
Selain memperkuat kemampuan petani melalui pemanfaatan teknologi informasi iklim, Pemkot Kendari juga menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), optimalisasi pemanfaatan lahan, serta penguatan sinergi lintas sektor.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyerap pengetahuan dari para narasumber BMKG dan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pemahaman mengenai adaptasi perubahan iklim kepada petani di Kota Kendari.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Ridwan Bae, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa sektor pertanian saat ini telah mengalami transformasi menjadi bidang usaha modern yang bertumpu pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurutnya, pandangan bahwa bertani merupakan pekerjaan tradisional sudah saatnya ditinggalkan. Pertanian kini menjadi sektor yang menjanjikan karena pemerintah telah memberikan berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, hingga pelatihan bagi petani agar mampu meningkatkan produktivitas.

Ridwan Bae juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu menekuni sektor pertanian dengan memanfaatkan perkembangan teknologi. Keterlibatan anak muda dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian modern yang produktif sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026 turut dihadiri Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki, M.Si. mewakili Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ketua BPD HIPMI Provinsi Sulawesi Tenggara Triawan Rizbar Taha, S.H., Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah IV Dr. Nasrol Adil, S.Si., M.T., Kepala Stasiun Klimatologi, GAW dan SPAG seluruh Indonesia, Kepala UPT BMKG se-Provinsi Sulawesi Tenggara, para penyuluh pertanian, kelompok tani, serta peserta Sekolah Lapang Iklim Tematik Tahun 2026.



