Langkah Pemkot Kendari Dukung Program Sekolah Rakyat
SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, termasuk menyiapkan lahan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat yang akan menampung ratusan peserta didik.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan Program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memberikan kesempatan yang sama bagi masyarakat kurang mampu dalam memperoleh pendidikan yang layak.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemkot Kendari mendukung penuh Program Sekolah Rakyat karena mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat kurang mampu. Kolaborasi semua pihak sangat penting agar program ini benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari,” ujar Siska.
Komitmen tersebut terlihat saat Siska mendampingi kunjungan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari pada akhir Mei 2026.
Dalam kunjungan itu, rombongan juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Kapolda Sultra, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.
Berbeda dengan agenda seremonial pada umumnya, Menko Polkam memilih berdialog langsung dengan para siswa dan orang tua untuk memastikan manfaat Program Sekolah Rakyat benar-benar dirasakan oleh keluarga penerima manfaat.
“Kami datang ke sini untuk melihat bagaimana ibu-ibu menerima ketika anaknya bersekolah di sini. Ternyata banyak perubahan yang dirasakan, terutama dari sisi disiplin dan pendidikan agama,” kata Djamari.
Ia mengaku terkesan setelah mendengar langsung cerita para orang tua mengenai perubahan perilaku anak-anak mereka. Selain memperoleh pendidikan secara gratis, para siswa juga menunjukkan peningkatan kedisiplinan, semangat belajar, serta memiliki cita-cita yang lebih besar.

Menurut Djamari, Program Sekolah Rakyat tidak hanya menghadirkan layanan pendidikan tanpa biaya, tetapi juga membangun karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri anak-anak dari keluarga prasejahtera.
“Kalau anak ingin maju, orang tua juga harus kuat melepas mereka belajar. Jangan takut bermimpi besar. Tadi ada yang ingin menjadi dokter, bahkan ada yang bercita-cita pergi ke luar angkasa,” ujarnya.
Harapan itu juga dirasakan Fatimah, salah seorang siswa SRMP 25 Kendari. Sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, ia mengaku Program Sekolah Rakyat menjadi kesempatan yang mengubah masa depannya.
“Karena mama saya tidak bisa menyekolahkan saya di tempat lain. Tapi karena ada sekolah ini, saya bisa bersekolah dengan fasilitas yang dibiayai. Saya ingin menjadi dokter dan membanggakan orang tua,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan orang tua siswa, Andi Azril. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi sekaligus membawa perubahan positif terhadap perilaku anak.
“Kalau sekolah umum biayanya besar. Sekolah Rakyat ini sangat membantu. Anak saya yang dulu bandel sekarang berubah menjadi lebih baik karena didampingi guru dan wali asrama,” katanya.
Sementara itu, Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Boonde, melaporkan perkembangan signifikan yang dicapai para siswa selama hampir satu tahun mengikuti proses pembelajaran.

Dari 49 siswa yang terdaftar, beberapa di antaranya sebelumnya mengalami kesulitan membaca dan berhitung. Melalui pendampingan intensif, kemampuan akademik mereka terus meningkat. Tidak hanya itu, sejumlah siswa juga berhasil meraih prestasi pada cabang olahraga silat dan taekwondo meski baru beberapa bulan menjalani latihan.
“Kami semakin yakin Program Sekolah Rakyat merupakan langkah tepat untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ujar Ferdinand.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program tersebut, Pemerintah Kota Kendari telah menyiapkan lahan pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Fasilitas baru itu ditargetkan mampu menampung hingga 270 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran mendatang.
Kunjungan tersebut ditutup dengan penyerahan bantuan berupa kulkas, dispenser, dan peralatan olahraga dari Menko Polkam kepada pihak sekolah. Gubernur Sulawesi Tenggara juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan mereka.(ADV)



