Pemkot Kendari Komitmen dengan Bersinergi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sinergi bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta menjaga daya beli masyarakat sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut tercermin dalam keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari pada rapat rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) dan inflasi Kota Kendari yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat BPS Kota Kendari, Rabu (1/7/2026), dipimpin oleh Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Kendari, Winarti Ismail.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dalam agenda tersebut menunjukkan pentingnya data statistik sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan daerah. Melalui data yang dipublikasikan secara berkala oleh BPS, pemerintah dapat memantau perkembangan harga barang dan jasa, mengidentifikasi kelompok pengeluaran yang mengalami perubahan signifikan, sekaligus menentukan langkah-langkah strategis dalam pengendalian inflasi agar kondisi perekonomian daerah tetap terjaga.

Dalam pemaparannya, BPS Kota Kendari menyampaikan bahwa pada Juni 2026 Kota Kendari mengalami inflasi secara tahunan atau year on year (y-on-y) sebesar 5,14 persen. Inflasi tahunan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran yang menjadi komponen utama dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi dengan kenaikan sebesar 9,57 persen. Kondisi tersebut diikuti oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meningkat sebesar 6,30 persen, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,20 persen. Ketiga kelompok tersebut menjadi kontributor utama terhadap peningkatan inflasi tahunan di Kota Kendari selama Juni 2026.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga mengalami kenaikan sebesar 4,69 persen. Kenaikan turut terjadi pada kelompok pendidikan yang tercatat sebesar 4,61 persen.

Sementara itu, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 2,71 persen, disusul kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 2,05 persen.

Kenaikan indeks juga tercatat pada kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,04 persen serta kelompok kesehatan sebesar 1,18 persen. Di sisi lain, tidak seluruh kelompok pengeluaran mengalami peningkatan. Kelompok pakaian dan alas kaki justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,94 persen, sedangkan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya tercatat relatif stabil tanpa perubahan indeks yang signifikan.

Selain merilis inflasi tahunan, BPS Kota Kendari juga mempublikasikan perkembangan inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) serta inflasi sejak awal tahun atau year to date (y-to-d). Pada Juni 2026, inflasi bulanan tercatat sebesar 1,50 persen, sedangkan inflasi kumulatif sejak Januari hingga Juni 2026 mencapai 4,39 persen.

Data tersebut menjadi gambaran perkembangan harga barang dan jasa di Kota Kendari sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam melihat dinamika perekonomian. Melalui data Indeks Harga Konsumen yang dirilis secara berkala, pemerintah memiliki dasar yang kuat dalam mengidentifikasi sektor-sektor yang memerlukan perhatian lebih dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Bagi Pemerintah Kota Kendari, rilis Indeks Harga Konsumen tidak hanya menjadi informasi statistik, tetapi juga merupakan salah satu instrumen penting dalam proses perumusan kebijakan. Data tersebut menjadi acuan dalam mengevaluasi kondisi perekonomian daerah sekaligus menyusun langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi agar tetap terkendali.

Hasil rilis BPS juga menjadi dasar dalam memperkuat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Melalui koordinasi tersebut, berbagai langkah pengendalian inflasi dapat disusun secara terarah berdasarkan kondisi riil yang tercermin dari perkembangan Indeks Harga Konsumen di Kota Kendari.

Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan BPS, Bank Indonesia, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, dan memastikan keterjangkauan harga barang kebutuhan masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat sebagai salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat antarlembaga, Pemerintah Kota Kendari optimistis berbagai langkah pengendalian inflasi dapat berjalan secara efektif. Stabilitas harga yang terjaga diharapkan mampu menciptakan iklim ekonomi yang kondusif, sehingga pertumbuhan ekonomi Kota Kendari dapat terus didukung secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.(ADV)