Pemkot Kendari Dukung Pembangunan KNMP untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan
SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari menegaskan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu program strategis yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.
Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan pembangunan, tetapi juga dengan memastikan setiap tahapan program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat pesisir. Karena itu, Pemkot Kendari menempatkan keterlibatan warga sebagai bagian penting dalam proses perencanaan sebelum pembangunan dimulai.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, saat meninjau langsung lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Tondonggeu, Kecamatan Nambo, Selasa (30/6/2026).

Peninjauan dilakukan bersama Kepala Dinas Perikanan Kota Kendari, Camat Nambo, serta Lurah Tondonggeu sebagai bentuk koordinasi pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan lokasi sekaligus menyamakan langkah menjelang pelaksanaan proyek.
Dalam kesempatan itu, Sudirman menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tidak boleh hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik. Menurutnya, tujuan utama program adalah menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat nelayan, baik melalui peningkatan kualitas lingkungan permukiman, kemudahan aktivitas melaut, maupun terbukanya peluang ekonomi baru yang dapat meningkatkan taraf hidup warga pesisir.
Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam program tersebut memastikan aspirasi masyarakat menjadi bagian dari setiap tahapan pembangunan. Menurut Sudirman, masyarakat merupakan pihak yang nantinya akan memanfaatkan seluruh fasilitas yang dibangun sehingga kebutuhan dan masukan mereka harus menjadi dasar dalam penyusunan rencana pembangunan.
“Sebelum pembangunan dimulai, masyarakat harus diajak berdiskusi dan dimintai masukan. Nantinya merekalah yang akan menggunakan fasilitas ini, sehingga apa yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata,” tegas Sudirman.
Ia menilai, pendekatan partisipatif menjadi faktor penting agar seluruh fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan melibatkan masyarakat sejak awal, pemerintah berharap pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga mampu menciptakan rasa memiliki sehingga kawasan yang dibangun dapat dijaga dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Selain menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, Wakil Wali Kota Kendari juga memastikan pemerintah daerah akan mengawal seluruh tahapan pembangunan agar berjalan sesuai rencana. Pengawasan dilakukan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga penyelesaian proyek sehingga target pembangunan maupun manfaat yang diharapkan benar-benar dapat tercapai.
Menurut Sudirman, koordinasi lintas sektor juga harus terus diperkuat selama pelaksanaan program. Hal tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala di lapangan, baik yang berkaitan dengan persoalan sosial, pemanfaatan ruang, maupun penyesuaian desain pembangunan dengan kondisi wilayah pesisir di masing-masing lokasi.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Kendari memiliki komitmen penuh dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut karena diyakini mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Prinsipnya, kami di Pemerintah Kota Kendari tegak lurus mendukung penuh keberlangsungan program strategis nasional ini. Apapun programnya, selama membawa kemaslahatan langsung bagi kesejahteraan masyarakat, pelaksanaannya harus berjalan lancar. Pemkot Kendari sangat mengapresiasi dan menyambut baik langkah ini,” ujarnya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri akan dibangun di tiga kawasan pesisir Kota Kendari, yakni Kelurahan Tondonggeu, Kelurahan Puday, dan Kelurahan Sambuli. Masing-masing lokasi dirancang dengan konsep pembangunan yang berbeda sesuai karakteristik wilayah sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat setempat tanpa mengabaikan aspek lingkungan maupun kondisi sosial.
Di Kelurahan Puday, pembangunan kawasan akan menggunakan konsep konstruksi di atas laut. Desain tersebut dipilih untuk menghindari penggunaan lahan bersertifikat milik masyarakat sehingga pelaksanaan pembangunan tidak menimbulkan persoalan terkait kepemilikan lahan. Pendekatan ini juga menjadi solusi agar program tetap berjalan tanpa mengganggu hak-hak masyarakat yang telah memiliki legalitas atas lahannya.
Sementara itu, di Kelurahan Tondonggeu, pembangunan akan memanfaatkan lahan eks aset Kementerian Kelautan dan Perikanan seluas sekitar setengah hektare. Pemanfaatan lahan tersebut dinilai lebih efektif karena tidak memerlukan pembebasan lahan baru. Meski demikian, pemerintah tetap memastikan proses pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kelestarian ekosistem mangrove yang berada di sekitar kawasan sehingga keseimbangan lingkungan tetap terjaga.
Adapun di Kelurahan Sambuli, fokus pembangunan diarahkan pada penyediaan fasilitas parkir tambat perahu sepanjang kurang lebih 1.000 meter. Fasilitas tersebut dirancang secara terintegrasi agar mampu mendukung aktivitas nelayan sekaligus menciptakan kawasan pesisir yang lebih tertata. Dengan adanya area tambat perahu yang lebih baik, aktivitas keluar masuk perahu nelayan diharapkan menjadi lebih tertib, aman, dan efisien.
Tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, program Kampung Nelayan Merah Putih juga mengedepankan aspek pemberdayaan masyarakat. Pemerintah merancang agar manfaat ekonomi dari pembangunan tidak berhenti setelah proyek selesai, tetapi terus dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Karena itu, setelah seluruh infrastruktur rampung, pengelolaan kawasan akan diserahkan kepada Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing kelurahan. Skema tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan melalui berbagai aktivitas ekonomi yang berkembang di lingkungan Kampung Nelayan Merah Putih.

Melalui pola pengelolaan berbasis masyarakat, pemerintah berharap keberadaan kawasan tersebut tidak hanya menjadi pusat aktivitas perikanan, tetapi juga berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang mampu menciptakan lapangan usaha bagi warga pesisir. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga masyarakat sekitar yang terlibat dalam berbagai kegiatan ekonomi pendukung.
Pembangunan tiga Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas kawasan pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan. Pemerintah Kota Kendari optimistis program tersebut akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan, konsep pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, serta pengelolaan berbasis koperasi setelah proyek selesai, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus menghadirkan kawasan pesisir yang lebih tertata, produktif, dan berkelanjutan.(ADV)



