Pemkot Kendari Analisis Data Anak Prasekolah untuk Program Wajib Belajar 13 Tahun
SULTRAMERDEKA.COM – Pemkot Kendari menganalisis data anak usia prasekolah di seluruh wilayahnya untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun.
Hal ini melibatkan tim dari Kemendikdasmen dan BPMP Sultra bersama Sekda Amir Hasan dalam rapat langsung di Ruang Rapat Sekda Kendari pada Kamis (3/9/2026).
Kabid PAUD dan PNF Kota Kendari, Asriyani Arief, memaparkan pentingnya analisis data pendidikan. Profiling PAUD dijadikan dasar utama pengambilan kebijakan pemerintah.
“Melalui kegiatan ini kita memberikan profiling bagaimana kondisi PAUD di Kota Kendari, bagaimana SPM-nya, bagaimana APS atau angka partisipasi sekolah PAUD,” ujar Asriyani.
Analisis mendalam dilakukan terhadap Angka Partisipasi Sekolah dan Standar Pelayanan Minimal. Hasil analisis menjadi peta acuan menyelesaikan masalah pendidikan di Kendari.
“Termasuk melihat persentase penurunan maupun peningkatan serta strategi yang harus dilakukan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang ditemukan,” papar Asriyani.
Anak usia 5–6 tahun diharapkan terdaftar dalam layanan PAUD sebelum masuk SD. Karena itu, Pemkot Kendari memprioritaskan pemutakhiran data anak secara terintegrasi.
Kerja sama lintas instansi melibatkan Bappeda, Disdukcapil, dan Dinas Pendidikan Kendari. Bagian Tata Pemerintahan juga dilibatkan untuk menjangkau aparat tingkat bawah.
Asriyani mendorong jajaran kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW untuk aktif bergerak. Edukasi langsung ke pemukiman warga dinilai sangat efektif meningkatkan kesadaran.
“Wajib belajar 13 tahun, khususnya satu tahun prasekolah, bukan hanya menjadi tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi merupakan tugas bersama seluruh pemerintah,” tegas Asriyani.
Sinergi yang solid antarperangkat daerah diharapkan mampu menuntaskan kendala partisipasi sekolah. Setiap anak di Kota Kendari berhak mengenyam pendidikan prasekolah yang layak.
“Karena itu, diperlukan sinergi lintas sektor untuk mengedukasi masyarakat dan memastikan anak usia 5–6 tahun mendapatkan pendidikan prasekolah sebelum masuk SD,” pungkasnya.(sm-02)



