Musim Hujan Sultra Diprediksi Mulai Desember, Puncaknya Februari 2027

SULTRAMERDEKA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan di Sulawesi Tenggara datang bertahap. Sebagian wilayah Sultra diprediksi memasuki puncak musim hujan pada Februari 2027.

BMKG menyebut awal musim hujan 2026/2027 di Indonesia mengalami kemunduran. Sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen luas daratan Indonesia diprediksi mengalami musim hujan lebih lambat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi El Nino dan Indian Ocean Dipole (IOD). Kedua fenomena tersebut berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia.

“Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat,” ujar Faisal pada konferensi pers Prediksi Musim Hujan di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Untuk Sulawesi, puncak musim hujan terjadi pada beberapa periode. Sebagian wilayah Sulawesi Utara diprediksi mengalami puncak hujan pada Desember 2026.

Pada Januari 2027, puncak hujan bergeser ke sebagian wilayah Sulawesi. Wilayah tersebut termasuk Sulawesi Selatan bagian barat dan sejumlah wilayah lainnya di Sulawesi.

Sementara itu, Sulawesi Tenggara masuk wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim hujan pada Februari 2027. Kondisi serupa juga mencakup sebagian Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab mengatakan puncak musim hujan terkonsentrasi dalam tiga bulan. Periode tersebut berlangsung pada Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027.

“Namun juga yang perlu kita waspadai adalah bahwa puncak musim hujan ini cukup padat. Artinya gini, hanya terjadi di paling banyak terjadi di 3 bulan ini, ya, di Desember, Januari, Februari, ya. Ini mungkin yang perlu menjadi kewaspadaan kita,” pungkas Fachri.(sm-01)