Antrean Panjang Kendaraan Isi BBM di Kota Kendari, DPRD Minta Pertamina Lakukan Hal Ini

SULTRAMERDEKA.COM – DPRD Kota Kendari menyoroti masih padatnya antrean kendaraan mengisi BBM terjadi di sejumlah SPBU dalam Kota Kendari saat Rapat Dengar Pendapat pada Kamis (17/9/2026).

Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat menyoroti hal tersebut merespons pengakuan pihak Pertamina yang mengatakan stok BBM untuk Kota Kendari dalam kondisi aman.

Untuk mengurangi panjangnya antrean kendaraan, ia meminta agar SPBU membuka layanan lebih lama untuk melayani pengisian BBM bersubsidi.

“Kalau memungkinkan kita usulkan 24 jam supaya warga yang mengantri semua juga terlayani, jangan dibatasi waktunya,” kata Fadhal Rahmat saat Rapat Dengan Pendapat dengan PT Pertamina Integrated Terminal Kendari, Kamis (17/9/2026).

Politisi Partai Golkar ini juga meminta ketegasan pihak Pertamina dalam pengisian BBM bersubsidi di SPBU yang ada dalam Kota Kendari.

“Tangki tidak standar yang terindikasi berulang kali melakukan pengisian agar ditindak, baik sepeda motor maupun mobil. Ini sangat merugikan masyarakat yang mengantri,” tegasnya.

“Kami minta oknum-oknum yang bermain BBM bersubsidi ini agar diusut dan ditindaki,” kata Legislator dari Daerah Pemilihan Poasia, Abeli dan Nambo ini.

Pihak Pertamina mengungkap telah memblokir ribuan QR Code karena transaksi tak wajar dalam pengisian BBM bersubsidi.

Rapat ini juga dihadiri Ketua Komisi I DPRD Kota Kendari, Zulham Damu dan Anggota Komisi I dan II yakni Jumran dan Muhammad Maulana Ali Syahputra.

Selain rencana kunjungan ke sejumlah SPBU dalam Kota Kendari, rekomendasi rapat ini juga akan dikoordinasikan dengan pihak Polresta Kendari terkait dengan penyalahgunaan BBM bersubsidi.