Komitmen Pemkot Kendari Dukung Program Kampung Nelayan Merah Putih

SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari program strategis nasional.

Komitmen tersebut ditegaskan saat menerima audiensi resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia melalui Pejabat Pelaksana Satuan Kerja Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Kendari, Senin (29/06/2026).

Audiensi tersebut menjadi forum untuk mematangkan koordinasi sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur Kampung Nelayan Merah Putih di sejumlah kawasan pesisir Kota Kendari. Turut hadir mendampingi perwakilan pusat,

Muhammad Tirmuji Aulia Ode selaku wakil sah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI. Rapat koordinasi juga diikuti jajaran teknis Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari serta Dinas Perikanan Kota Kendari.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah siap mengawal setiap tahapan pelaksanaan program agar berjalan sesuai rencana.

Ia menginstruksikan seluruh proses teknis dikawal secara ketat untuk mengantisipasi potensi kendala sosial maupun tumpang tindih pemanfaatan ruang di lapangan.

“Prinsipnya, kami di Pemerintah Kota Kendari tegak lurus mendukung penuh keberlangsungan program strategis nasional ini. Apapun programnya, selama membawa kemaslahatan langsung bagi kesejahteraan masyarakat, pelaksanaannya harus berjalan lancar,” terang Sudirman.

“Pemkot Kendari sangat mengapresiasi dan menyambut baik langkah ini. Kami berharap sinergi koordinasi ini mampu menjamin pengerjaan di lapangan berjalan kondusif, sehingga masyarakat nelayan kita dapat segera merasakan asas manfaatnya secara nyata,” tambahnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Kendari akan difokuskan di tiga kelurahan, yakni Sambuli, Tondonggeu, dan Puday. Dalam pembahasannya, integrasi kelembagaan lokal menjadi salah satu poin penting.

Operasional dan pengelolaan seluruh fasilitas pasca-pembangunan akan diserahterimakan kepada Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing wilayah sebagai upaya menjamin keberlanjutan ekonomi masyarakat nelayan.

Pada kesempatan yang sama, pihak Satker Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap KKP RI memaparkan linimasa pelaksanaan fisik proyek. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dijadwalkan terbit pada Kamis pekan ini.

Hal itu kemudian dilanjutkan Mutual Check Zero (MC Nol) dan peletakan batu pertama pada Jumat berikutnya yang direncanakan dipusatkan di Kelurahan Tondonggeu. Pelaksanaan fisik proyek ditargetkan berlangsung selama 135 hari kalender dan rampung 100 persen pada November mendatang.

Forum koordinasi juga membahas berbagai langkah mitigasi untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa menimbulkan persoalan tata ruang maupun lingkungan.

Di Kelurahan Puday, penyesuaian tata letak bangunan dilakukan dengan mengalihkan rencana pembangunan di kawasan darat menjadi konsep konstruksi prototype laut guna menghindari penggunaan lahan bersertifikat milik warga.

Sementara di Kelurahan Tondonggeu, pemanfaatan lahan eks aset KKP seluas setengah hektare dipastikan tidak mengganggu maupun merusak ekosistem hutan mangrove di sekitarnya.

Adapun di Kelurahan Sambuli, tata letak fasilitas parkir tambat perahu sepanjang 1.000 meter dipersiapkan secara integratif agar aktivitas produktif nelayan tetap berjalan berdampingan dengan fungsi estetika ruang terbuka publik.

Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan KKP, Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, Dinas Perikanan Kota Kendari, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta aparatur kecamatan dan kelurahan, Pemerintah Kota Kendari optimistis Program Kampung Nelayan Merah Putih akan menjadi motor penggerak baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendorong modernisasi kawasan pesisir secara berkelanjutan.(ADV)