Upaya Pemkot Kendari Tingkatkan Layanan Air Bersih dan Antisipasi Banjir

SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya peningkatan layanan air bersih sekaligus menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengantisipasi risiko banjir. Komitmen tersebut kembali diperkuat melalui kunjungan delegasi dari La Rochelle, Prancis, yang diterima Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut kerja sama sister city antara Pemerintah Kota Kendari dan La Rochelle yang selama ini berfokus pada penguatan sektor penyediaan air bersih, sekaligus diperluas dengan kolaborasi penanganan banjir berbasis kajian ilmiah dan perencanaan teknis.

Kerja sama yang telah terjalin sebelumnya dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya melalui dukungan teknologi pengolahan air minum bagi PDAM. Sementara pada kunjungan kali ini, fokus pembahasan tidak hanya pada peningkatan kualitas layanan air bersih, tetapi juga penyusunan strategi pengendalian banjir yang lebih efektif berdasarkan hasil penelitian dan pemetaan yang dilakukan tim teknis dari Prancis.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu perwakilan delegasi memaparkan hasil penelitian dan pemetaan mengenai kondisi banjir di Kota Kendari sejak tahun 2013 hingga saat ini. Kajian tersebut memuat identifikasi kawasan rawan banjir, dampak yang ditimbulkan, hingga berbagai rekomendasi penanganan yang dapat diterapkan sebagai dasar penyusunan kebijakan di masa mendatang.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, menyampaikan apresiasi atas hasil penelitian yang disusun oleh tim dari La Rochelle. Menurutnya, data yang dihasilkan menjadi referensi penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam merumuskan kebijakan penanganan banjir yang lebih terukur dan berkelanjutan.

“Kami sangat mengapresiasi hasil pemetaan dan penelitian yang telah dilakukan. Data ini akan menjadi salah satu acuan penting bagi Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun langkah-langkah penanganan banjir yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sudirman menjelaskan, hubungan kerja sama dengan Pemerintah Kota La Rochelle sebelumnya telah menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui bantuan peralatan penjernihan air untuk PDAM. Dukungan tersebut dinilai berhasil meningkatkan kualitas air bersih yang diterima pelanggan.

Menurutnya, masyarakat yang selama ini memanfaatkan layanan PDAM merasakan perubahan yang cukup signifikan setelah penggunaan teknologi penjernihan air tersebut.

“Tahun lalu mereka membantu melalui dukungan peralatan untuk penjernihan air. Alhamdulillah manfaatnya sangat luar biasa. Masyarakat yang menerima layanan PDAM menyampaikan bahwa kualitas air kini jauh lebih bersih dibanding sebelumnya,” katanya.

Keberhasilan program peningkatan kualitas air bersih tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat hubungan kerja sama dengan mitra dari Prancis. Selain menghadirkan solusi terhadap kebutuhan dasar masyarakat, kolaborasi tersebut kini diarahkan untuk menjawab tantangan lain yang selama ini dihadapi Kota Kendari, yakni persoalan banjir.

Pada kunjungan kali ini, delegasi yang datang tidak hanya berasal dari Pemerintah Kota La Rochelle. Rombongan juga melibatkan unsur dewan, tim teknis penanganan banjir, serta lembaga pembiayaan pembangunan yang selama ini mendukung berbagai program kerja sama internasional.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama yang dibangun tidak hanya berhenti pada tahap kajian, tetapi juga diarahkan pada penyusunan desain teknis hingga peluang dukungan pembiayaan bagi pelaksanaan program pengendalian banjir di Kota Kendari.

Tim teknis dari Prancis bahkan telah melakukan pemetaan di sejumlah kawasan yang menjadi fokus penanganan banjir, khususnya di sepanjang aliran Sungai Kali Kadia yang melintasi wilayah Puuwatu, Punggolaka, Tobuha, Pondambea, dan Kadia.

Berdasarkan hasil kajian awal, tim tersebut akan membantu Pemerintah Kota Kendari dalam menyusun desain teknis penanganan banjir yang nantinya menjadi dasar perencanaan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir.

“Insya Allah mereka akan membantu menyusun desain penanganan banjir. Setelah itu akan dilakukan perhitungan kebutuhan fisik yang nantinya disesuaikan dengan standar dan kemampuan Pemerintah Kota Kendari,” jelasnya.

Selain menyusun desain teknis, tim dari Prancis juga memberikan pendampingan dalam proses perencanaan pembangunan infrastruktur agar langkah penanganan yang dilakukan lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lapangan.

Dari hasil kajian awal yang dipaparkan, salah satu rekomendasi utama adalah pembangunan sekitar lima kolam retensi di sejumlah titik strategis yang masih memiliki lahan kosong. Keberadaan kolam retensi tersebut diharapkan mampu menampung limpasan air saat curah hujan tinggi sehingga dapat mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman.

Tidak hanya itu, normalisasi aliran Sungai Kali Kadia dari hulu hingga hilir juga menjadi rekomendasi penting untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di kawasan sepanjang aliran sungai tersebut.

Sebagai dasar penyusunan program yang lebih tepat sasaran, delegasi dari Prancis juga telah menghitung jumlah rumah yang terdampak banjir di sepanjang kawasan aliran Sungai Kali Kadia. Data tersebut akan menjadi bagian dari bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan serta kebutuhan infrastruktur yang diperlukan.

Pemerintah Kota Kendari memandang hasil penelitian, pemetaan, hingga rekomendasi teknis yang disampaikan delegasi La Rochelle sebagai fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berorientasi pada mitigasi bencana sekaligus peningkatan kualitas pelayanan publik.

Melalui penguatan kerja sama internasional ini, Pemerintah Kota Kendari berharap peningkatan layanan air bersih yang telah dirasakan masyarakat dapat terus dipertahankan, sekaligus diikuti dengan lahirnya solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir melalui dukungan desain, pendampingan teknis, hingga peluang pembiayaan pembangunan.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Dukungan desain, pendampingan teknis, hingga kemungkinan dukungan pembiayaan akan sangat membantu Kota Kendari dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir. Semoga seluruh upaya ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat Kota Kendari,” pungkasnya.