Menteri PKP Maruarar Sirait Tinjau Langsung Penerima BSPS di Kota Kendari
SULTRAMERDEKA.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung rumah warga penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari peluncuran Program BSPS Se-Sulawesi Tahun 2026 yang bertujuan mempercepat perbaikan rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam kunjungan itu, Menteri Maruarar didampingi Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae, Anggota Komisi V DPR RI Ahmad Safei, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wali Kota Kendari Siska Karina Imran.
Rombongan meninjau sejumlah rumah warga di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, yang masuk dalam daftar penerima bantuan perbaikan rumah.
Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Ibrahim yang selama ini ditempati bersama keluarganya dalam kondisi yang dinilai tidak layak huni karena masih didominasi material papan.
Pemerintah menilai rumah tersebut memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan BSPS sehingga dapat direnovasi menjadi hunian yang lebih layak.
Selain itu, rombongan juga mendatangi rumah Jumadiah, istri dari Hatta, yang sehari-hari berjualan gorengan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Rumah yang ditempati enam anggota keluarga itu juga masuk kategori tidak layak huni dan akan mendapatkan bantuan perbaikan melalui program BSPS.
Maruarar Sirait mengatakan, berdasarkan komitmen Balai Prasarana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi III, proses bedah rumah akan mulai dilaksanakan pada 1 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 25 Agustus 2026.
Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan kondisi rumah penerima bantuan memang membutuhkan penanganan segera.
“Setelah kami lihat, memang kondisi rumahnya sudah sangat tidak layak huni dan berhak mendapatkan bantuan BSPS,” kata Maruarar Sirait.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kendari yang menyiapkan rumah susun sebagai tempat tinggal sementara bagi warga selama proses renovasi berlangsung.
Kebijakan tersebut dinilai penting agar penerima bantuan tetap memiliki tempat tinggal yang layak saat rumah mereka diperbaiki.
Pada kesempatan yang sama, Menteri PKP menyebut alokasi BSPS untuk Sulawesi Tenggara tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan.
Jika pada 2025 jumlah bantuan hanya 1.129 unit rumah, tahun ini meningkat menjadi 8.973 unit yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.
Khusus untuk Kota Kendari, pemerintah pusat mengalokasikan 548 unit BSPS yang tersebar di 11 kecamatan.





