Becak Kendari, Nasibmu Kini

SULTRAMERDEKA.COM – Sampai awal tahun 2000, becak di Kendari masih menjadi salah satu transportasi jarak dekat pilihan banyak orang. Saat itu, mudah menemukan becak berseliweran bahkan di jalan utama Kota Kendari. Mereka bak raja transportasi jarak dekat kala itu.

Di beberapa titik favorit pangkalan mereka, akan lebih banyak ditemui. Perempatan Jalan MT Haryono-La Ode Hadi, Pasar Wuawua, Pasar Anduonohu, Pasar Mandonga (sekarang Mal Mandonga), dan Pasar Sentral Kendari merupakan beberapa titik kendaraan roda tiga ini biasa menunggu penumpang.

Baca Juga: Covid-19 Hantam Pariwisata, Hotel di Kendari Berinovasi

Di waktu yang bersamaan tersebut, ojek mulai mengusik rute mereka. Ojek mulai memepet eksistensi becak. Waktu tempuh yang relatif singkat menjadi tawaran bagi penumpang. Penumpang perlahan mulai melirik ojek.

Mereka yang dapat menyesuaikan dengan kondisi, beralih menjadi pengojek. Apalagi mengayuh becak memang butuh banyak tenaga. Lain halnya dengan mengojek yang tinggal menarik gas.

Baca Juga: Berburu Sea Food di Kota Kendari

Sedangkan yang bertahan mulai kesulitan mendapatkan penumpang. Perlahan kondisi ini membuat becak semakin tersisih. Sejumlah titik yang menjadi tempat mereka dulu, kini hanya tampak satu dua becak.

Demikianlah becak di Kendari yang mulai pudar diingatan masyarakat. Munculnya berbagai jenis transportasi baru semakin menggeser eksistensi mereka di Kota Lulo. Di ujung kiprahnya, becak kini di ibu kota Sulawesi Tenggara ini ibarat memasuki fase hidup segan, mati tak mau. (sm-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *