Pemberdayaan Berbasis Masyarakat melalui Modul Pembelajaran Multisensori ‘Kenali Sultra’ bagi Siswa Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kendari

SULTRAMERDEKA.COM – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) menghadirkan program Modul Pembelajaran Multisensori “Kenali Sultra”: Pengembangan Media Realia Lokal untuk Stimulasi Kognitif Siswa Tunagrahita di SLB Negeri 2 Kendari.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim yang diketuai oleh Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, bersama tim pelaksana sebagai upaya mendukung pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa tunagrahita melalui tahun pendanaan 2026.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan yang dilaksanakan melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui program tersebut, tim mengembangkan media pembelajaran berbasis benda atau objek nyata (realia) yang berkaitan dengan lingkungan dan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengambilan data awal pada 6 Mei 2026 di SLB Negeri 2 Kendari. Pada tahap ini, tim melakukan pengukuran kemampuan intelegensi siswa tunagrahita menggunakan Colour Progressive Matrices (CPM) untuk memperoleh gambaran awal mengenai kemampuan kognitif siswa. Selain asesmen, tim juga melakukan wawancara dengan pihak terkait serta observasi secara langsung terhadap siswa.
Wawancara dan observasi dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik siswa, kebutuhan pembelajaran, serta berbagai kesulitan yang dihadapi siswa selama proses pembelajaran.
Hasil asesmen, wawancara, dan observasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi tim dalam merancang kegiatan dan mengembangkan media pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.
Selanjutnya, pada 10 Juni 2026, dilaksanakan kegiatan Sosialisasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat di SLB Negeri 2 Kendari.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program Modul Pembelajaran Multisensori “Kenali Sultra” kepada pihak sekolah, sekaligus menjelaskan tujuan, tahapan pelaksanaan, serta konsep penggunaan media realia lokal dalam mendukung proses pembelajaran siswa tunagrahita.
Modul “Kenali Sultra” dikembangkan dengan pendekatan multisensori, yaitu pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa indera dalam proses memperoleh dan memahami informasi.
Pendekatan tersebut dipadukan dengan penggunaan media realia lokal sehingga siswa tidak hanya memperoleh informasi melalui penjelasan verbal, tetapi juga dapat melihat, menyentuh, mengamati, dan berinteraksi secara langsung dengan objek pembelajaran.
Penggunaan benda nyata diharapkan dapat membantu siswa menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain mendukung proses pemahaman, pengembangan media juga diarahkan untuk memberikan stimulasi terhadap kemampuan kognitif siswa melalui aktivitas pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan menarik.
Setelah sosialisasi, tim melanjutkan proses pembuatan alat dan media pembelajaran. Media dirancang berdasarkan hasil asesmen awal serta informasi yang diperoleh melalui wawancara dan observasi.
Unsur lokal Sulawesi Tenggara kemudian diintegrasikan ke dalam media, di antaranya melalui pengenalan hasil laut, tanaman pangan, pakaian adat, serta berbagai bentuk kerajinan lokal.
Pengembangan media tersebut menjadi salah satu bagian utama program dalam menghadirkan alternatif pembelajaran yang tidak hanya sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita, tetapi juga memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.
Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mengenal kekayaan lokal Sulawesi Tenggara.
Tahapan berikutnya dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 melalui kegiatan penyerahan hasil tes CPM kepada pihak SLB Negeri 2 Kendari. Penyerahan hasil asesmen ini merupakan bagian dari tindak lanjut pengambilan data awal yang telah dilakukan sebelumnya.
Informasi hasil pengukuran diharapkan dapat menjadi data pendukung bagi pihak sekolah dalam memperoleh gambaran mengenai kemampuan intelegensi siswa yang mengikuti asesmen.
Melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, Ruang Lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, program “Kenali Sultra” menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara tim pengabdian dan pihak sekolah dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual bagi siswa berkebutuhan khusus.
Program ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan media, tetapi juga berupaya memanfaatkan potensi lokal sebagai bagian dari pengalaman belajar siswa.
Pemanfaatan media realia lokal diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung proses pembelajaran siswa tunagrahita di SLB Negeri 2 Kendari.
Melalui pengalaman belajar yang konkret dan multisensori, program ini diharapkan dapat membantu menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, sesuai dengan karakteristik siswa, serta sekaligus memperkenalkan berbagai potensi dan kekayaan lokal Sulawesi Tenggara.