PKM BIMA UHO Jadikan Potensi Lokal Sultra Sebagai Media Pembelajaran Siswa Tunagrahita
SULTRAMERDEKA.COM — Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) BIMA UHO menjadikan potensi lokal Sulawesi Tenggara sebagai media pembelajaran bagi siswa tunagrahita di SLB Negeri 2 Kendari.
Potensi lokal tersebut dikembangkan melalui Modul Pembelajaran Multisensori “Kenali Sultra”. Media pembelajaran ini memanfaatkan benda atau objek nyata yang berkaitan dengan lingkungan dan budaya Sulawesi Tenggara.
Ketua tim PKM BIMA UHO, Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan pemanfaatan objek nyata disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa tunagrahita.
“Program ini mengembangkan pemanfaatan benda atau objek nyata yang berkaitan dengan lingkungan dan budaya lokal Sulawesi Tenggara sebagai media dalam proses pembelajaran,” kata Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dalam keterangan tertulis yang dikirim Minggu (23/8/2026).
Modul “Kenali Sultra” dikembangkan dengan pendekatan multisensori. Pembelajaran melibatkan beberapa indera untuk memberikan pengalaman belajar kepada siswa.
Pendekatan tersebut dipadukan dengan penggunaan media realia lokal. Siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan objek yang digunakan dalam pembelajaran.
“Materi yang diberikan diharapkan dapat lebih mudah dikenali dan dipahami karena tidak hanya disampaikan melalui penjelasan, tetapi juga melalui pengalaman konkret,” ujar Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Dalam pengembangan media, tim mengangkat sejumlah potensi lokal Sulawesi Tenggara. Di antaranya hasil laut, tanaman pangan, pakaian adat, dan kerajinan.
Objek-objek tersebut digunakan sebagai bagian dari media pembelajaran. Pengembangannya disesuaikan dengan kebutuhan siswa tunagrahita.
Rangkaian program diawali dengan pengambilan data awal pada 6 Mei 2026. Kegiatan berlangsung di SLB Negeri 2 Kendari.
Pada tahap tersebut, tim mengukur kemampuan intelegensi siswa tunagrahita menggunakan Colour Progressive Matrices (CPM).
Tim juga melakukan wawancara dengan pihak terkait. Observasi langsung terhadap siswa turut dilakukan.
Tahapan tersebut untuk mengidentifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa. Tim juga mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil pengukuran, wawancara, dan observasi menjadi dasar pengembangan media. Media kemudian disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran siswa tunagrahita.
Selanjutnya, sosialisasi program dilaksanakan pada 10 Juni 2026. Tim memperkenalkan Modul Pembelajaran Multisensori “Kenali Sultra” kepada pihak SLB Negeri 2 Kendari.
Tim menjelaskan tujuan dan rangkaian program. Konsep penggunaan media realia lokal juga diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.
Setelah sosialisasi, tim melanjutkan pembuatan alat dan media pembelajaran. Unsur lokal Sulawesi Tenggara menjadi bagian utama dalam pengembangan media.
Pada 18 Agustus 2026, tim menyerahkan hasil tes CPM kepada pihak sekolah.
Penyerahan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program setelah pengambilan data awal. Hasil pengukuran dapat menjadi informasi pendukung bagi pihak sekolah.
Informasi tersebut membantu sekolah memahami kondisi kemampuan intelegensi siswa yang telah mengikuti asesmen.
Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengatakan program tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif media pembelajaran bagi siswa tunagrahita.
“Modul Pembelajaran Multisensori ‘Kenali Sultra’ diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media yang membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih konkret, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa di SLB Negeri 2 Kendari,” katanya.
Melalui PKM BIMA UHO, potensi lokal Sulawesi Tenggara tidak hanya diperkenalkan kepada siswa. Potensi tersebut juga dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
Pemanfaatan media realia lokal diharapkan dapat mendukung stimulasi kemampuan kognitif siswa. Pembelajaran juga diharapkan menjadi lebih dekat dengan lingkungan dan budaya lokal Sulawesi Tenggara.
Program ini menjadi bentuk kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Khususnya dalam mendukung pengembangan pembelajaran bagi siswa berkebutuhan khusus.



