Pemkot Kendari Komitmen Dukung Pengendalian Inflasi
SULTRAMERDEKA.COM – Pemerintah Kota Kendari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai upaya pengendalian inflasi sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas ekonomi daerah dan daya beli masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Melalui keterlibatan aktif dalam forum tersebut, Pemkot Kendari menunjukkan keseriusannya dalam menyelaraskan langkah pengendalian inflasi dengan kebijakan pemerintah pusat sekaligus memperkuat koordinasi di tingkat daerah.
Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengikuti rakor secara daring dari Ruang Rapat Wakil Wali Kota Kendari, Senin (15/6/2026). Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Ekonomi Kota Kendari tersebut,
Sudirman didampingi Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kendari. Rakor ini juga diikuti oleh pemerintah daerah dari seluruh Indonesia sebagai forum koordinasi untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas harga serta mengendalikan laju inflasi di masing-masing daerah.

Keikutsertaan Pemerintah Kota Kendari dalam rakor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam merumuskan langkah-langkah pengendalian inflasi yang efektif. Melalui forum ini, pemerintah daerah memperoleh berbagai arahan, strategi, serta perkembangan terkini terkait kondisi inflasi nasional yang menjadi acuan dalam pelaksanaan kebijakan di daerah.
Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya langkah-langkah konkret yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik. Menurut Mendagri, koordinasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika perekonomian.
Tito Karnavian juga menjelaskan bahwa kondisi inflasi nasional hingga saat ini masih berada dalam rentang yang terkendali. Meski demikian, seluruh pemerintah daerah diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan harga sejumlah komoditas strategis yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat. Antisipasi sejak dini dinilai penting agar gejolak harga tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih besar.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rakor, inflasi tahunan atau *year on year* pada Mei 2026 terhadap Mei 2025 tercatat sebesar 3,08 persen. Sementara itu, inflasi bulanan atau *month to month* pada Mei 2026 terhadap April 2026 berada di angka 0,28 persen.
Adapun inflasi tahun kalender atau *year to date* dari Mei 2026 terhadap Desember 2025 tercatat sebesar 1,35 persen. Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan pemerintah dalam mengevaluasi kondisi inflasi sekaligus menyusun langkah pengendalian yang lebih efektif.
Menindaklanjuti berbagai arahan tersebut, TPID Kota Kendari turut mencermati strategi yang disampaikan pemerintah pusat, termasuk langkah-langkah antisipatif dalam menghadapi potensi gejolak harga pangan. Penguatan koordinasi lintas sektor menjadi salah satu fokus utama agar setiap kebijakan yang dijalankan dapat saling mendukung dan memberikan dampak optimal terhadap pengendalian inflasi di daerah.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kendari berkomitmen untuk terus mendukung berbagai program pengendalian inflasi yang telah ditetapkan pemerintah pusat. Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada peran pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi vertikal, pelaku usaha, serta masyarakat.
Ia menilai kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok tetap terjaga. Dengan kerja sama yang baik, berbagai potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih cepat sehingga dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Melalui partisipasi aktif dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Pemerintah Kota Kendari berharap efektivitas langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah dapat terus ditingkatkan. Dengan koordinasi yang semakin kuat, pemantauan yang berkelanjutan, serta sinergi yang terus terbangun antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan kondisi ekonomi Kota Kendari tetap stabil, mampu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.(adv)



