Kota Kendari Berbalut Tenun dalam Pawai Ta’aruf MTQ XXXI Sultra
SULTRAMERDEKA.COM – Kain tenun khas daerah menjadi identitas yang ditampilkan Kafilah Kota Kendari saat mengikuti Pawai Ta’aruf dan kendaraan hias Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara pada Selasa (23/6/2026).
Penampilan seragam bernuansa wastra lokal itu mencuri perhatian masyarakat yang memadati jalur pawai pembukaan MTQ di Kabupaten Konawe.
Dalam iring-iringan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara, rombongan Kota Kendari hadir dengan mengedepankan kekayaan budaya daerah melalui busana berbahan tenun.
Selain memperkuat identitas daerah, pilihan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya Sulawesi Tenggara kepada publik yang menyaksikan kegiatan tersebut.

Barisan kafilah Kota Kendari yang diisi kepala organisasi perangkat daerah, para camat dan lurah dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kota Kendari, Fadlil Suparman.
Kafilah Kota Kendari ini tampil kompak sepanjang pawai, membawa semangat kebersamaan yang berpadu dengan nuansa religius dalam perhelatan MTQ tingkat provinsi itu.
Barisan kafilah Kota Kendari dilengkapi dengan kendaraan hias bernuansa Islami yang ikut mengiringi langkah para peserta.
Ornamen yang ditampilkan menjadi bagian dari representasi nilai keagamaan sekaligus budaya yang diusung Kota Kendari dalam ajang syiar Islam tingkat provinsi tersebut.

Saat melintas di panggung kehormatan, kafilah Kota Kendari memperoleh sambutan dari Asisten III Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bupati Konawe, serta Sekretaris Daerah Kota Kendari.
Sambutan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas keterlibatan aktif Kota Kendari dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ XXXI Sulawesi Tenggara yang tahun ini digelar di Kabupaten Konawe sebagai tuan rumah.
Pawai ta’aruf para peserta lomba merupakan agenda pembuka yang memiliki peran penting dalam rangkaian MTQ XXXI Sulawesi Tenggara.
Selain memperkenalkan para peserta dan kafilah dari berbagai daerah, kegiatan ini juga menjadi ruang mempererat silaturahmi serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di kalangan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Antusiasme warga Konawe terlihat sepanjang rute yang dilalui peserta. Berbagai ciri khas daerah yang ditampilkan setiap barisan kafilah menjadi daya tarik tersendiri, termasuk penampilan Kota Kendari yang mengangkat tenun daerah sebagai simbol kecintaan terhadap budaya lokal.

Keikutsertaan Kota Kendari dalam MTQ XXXI Sulawesi Tenggara menjadi bagian dari dukungan terhadap upaya membangun generasi Qurani dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.
Momentum tersebut juga diharapkan semakin memperkokoh persatuan antar daerah sekaligus memperluas syiar Islam di Sulawesi Tenggara.
Penampilan Kota Kendari yang memadukan nuansa religius dan kekayaan budaya menjadi simbol mendukung penyelenggaraan MTQ sekaligus melestarikan warisan daerah.
Tenun yang dikenakan para peserta bukan sekadar busana, tetapi juga menjadi pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya di tengah semangat kebersamaan dan syiar keagamaan.(ADV)






