Politisi Partai Golkar: Kegiatan KKMM Jauh dari Unsur Politik

SULTRAMERDEKA.COM – Politisi Partai Golkar yang juga Anggota DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat, menegaskan kegiatan yang diagendakan Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) pada pertengahan Juli 2026 jauh dari unsur politik. Penegasan itu disampaikan menanggapi adanya sorotan yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan kepentingan politik.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Kota Kendari itu, anggapan bahwa kegiatan KKMM bermuatan politik karena menonjolkan salah satu figur tidak memiliki dasar. Ia menilai penggunaan baju berwarna kuning dalam kegiatan tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk mengaitkannya dengan politik.

“Menurut saya tidak ada unsur politik, persoalan memakai baju kuning, itu kan baju adat dan sah-sah setiap orang mau memilih warna apa,” kata Fadhal Rahmat.

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Poasia, Abeli, dan Nambo itu menilai terlalu jauh jika kegiatan KKMM dihubungkan dengan agenda politik.

“Terlalu jauh kalau sampai dikaitkan dengan politik karena itu masih jauh juga kalau mau dihubungkan dengan politik,” tambahnya.

Selain menepis anggapan tersebut, Fadhal Rahmat mengapresiasi agenda KKMM karena dinilai mampu menjadi momentum memupuk semangat kebersamaan dalam keberagaman di Kota Kendari.

“Tentunya ini bisa menjadi momentum dalam memupuk semangat kebersamaan dalam keberagaman latar belakang yang ada di Kota Kendari,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengundang berbagai kelompok masyarakat dan etnis, termasuk dirinya yang bukan berasal dari masyarakat Muna. Karena itu, menurutnya, semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan KKMM patut diapresiasi.

“Kami yang bukan dari masyarakat Muna juga diundang, dari etnis lain juga setahu saya diundang, jadi kita apresiasi semangat kebersamaan ini,” pungkas Fadhal Rahmat.