SIM Masuk Pulau Hadir di Konawe Kepulauan

SULTRAMERDEKA.COM – Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Tenggara menghadirkan layanan SIMPUL (SIM Masuk Pulau) di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Hal ini dilakukan sebagai upaya mendekatkan pelayanan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada masyarakat Pulau Wawonii.

Program ini menjadi inovasi untuk mempermudah akses layanan bagi warga di wilayah kepulauan.

Dirlantas Polda Sultra Kombes Pol. Argowiyono mengatakan, program SIMPUL akan resmi diluncurkan pada 5 Juli 2026 setelah melalui rangkaian perencanaan dan persiapan sejak 22 Mei hingga 2 Juli 2026.

Seluruh proses dipimpin langsung bersama jajaran Subdit Regident melalui rapat koordinasi, evaluasi, serta pengecekan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan.

Berbagai persiapan dilakukan secara bertahap, mulai dari pengecekan kendaraan SIM Keliling, integrasi kendaraan Gran Max sebagai armada SIMPUL, desain interior, pembuatan video dokumenter, pemasangan fingerprint scanner dan Electronic Audio Visual Integrated System (E-AVIS).

Dilakukan juga pemindahan perangkat lunak serta koneksi jaringan ke sistem Korlantas Polri. Pada 2 Juli 2026, kendaraan SIMPUL dinyatakan siap beroperasi.

Sebagai tindak lanjut, pada 3 Juli 2026 kendaraan SIMPUL diberangkatkan menuju Kabupaten Konawe Kepulauan, tepatnya Pulau Wawonii, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Keberangkatan tersebut didampingi langsung oleh Kasi SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Sultra, AKP Clara Shinta Liemungenda bersama personel Sie SIM.

Melalui program SIMPUL, Ditlantas Polda Sultra menghadirkan pelayanan SIM yang lebih dekat, cepat, dan mudah dijangkau masyarakat di wilayah kepulauan.

Inovasi ini menjadi wujud transformasi pelayanan publik Polri yang presisi sekaligus mendukung pemerataan akses layanan administrasi lalu lintas bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.

Program SIMPUL diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pulau Wawonii dan menjadi model pelayanan kepolisian yang adaptif terhadap kondisi geografis wilayah kepulauan, sehingga kehadiran Polri dapat dirasakan hingga ke daerah terluar di Sulawesi Tenggara.(sm-01)