UPA BK UHO Edukasi Mahasiswa Tingkat Akhir untuk Tekan Prokrastinasi

SULTRAMERDEKA.COM – Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Unit Penunjang Akademik (UPA) Bimbingan dan Konseling (BK) menggelar pembinaan khusus bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai upaya menekan praktik prokrastinasi yang kerap menghambat penyelesaian studi.

Program ini menyasar mahasiswa dari berbagai fakultas, khususnya angkatan 2020 hingga 2022, yang tengah berada pada fase krusial penyusunan tugas akhir.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UHO dalam memperkuat kesiapan akademik sekaligus menjaga kesehatan mental mahasiswa.

Ketua UPA BK UHO, Eva Herik, menegaskan bahwa fenomena menunda pekerjaan akademik masih menjadi persoalan serius di kalangan mahasiswa tingkat akhir.

“Prokrastinasi bukan hanya berdampak pada keterlambatan studi, tetapi juga memicu stres, kecemasan, dan menurunnya motivasi belajar,” terang Eva Herik dalam keterangan tertulisnya pada Senin (27/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, psikolog Abdul Karim Amirullah hadir sebagai pemateri utama. Ia mengulas secara komprehensif tentang prokrastinasi akademik, mulai dari definisi, faktor pemicu, hingga langkah-langkah praktis untuk mengatasinya.

Ia menekankan pentingnya kesadaran diri dan kemampuan mengatur diri sebagai fondasi untuk keluar dari kebiasaan menunda.

“Self-awareness dan regulasi diri menjadi kunci untuk memutus lingkaran prokrastinasi dan membangun kebiasaan produktif,” jelasnya.

Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu moderator Nurmin Suryati yang mendorong peserta aktif merefleksikan pengalaman masing-masing.

Sejumlah mahasiswa bahkan secara terbuka membagikan kendala yang mereka hadapi dalam menyelesaikan tugas akademik, menunjukkan bahwa persoalan ini dialami secara luas.

Ketua panitia, Astri Yunita, menyampaikan bahwa pembinaan ini dirancang tidak hanya sebatas pemahaman teori, tetapi juga memberikan keterampilan praktis.

“Peserta dibekali cara mengelola waktu, meningkatkan disiplin, serta menyusun strategi belajar yang lebih efektif. Kami juga berharap mereka bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing,” katanya.

Melalui pendekatan yang aplikatif, peserta diajak mengidentifikasi akar masalah, melakukan refleksi diri, hingga merancang langkah konkret untuk mengatasi kebiasaan menunda.

Selain itu, interaksi lintas fakultas dalam kegiatan ini turut memperkuat dukungan sosial antar mahasiswa, yang dinilai penting dalam menjaga konsistensi perubahan perilaku.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan selama sesi berlangsung. Pertukaran pengalaman dan strategi menjadi nilai tambah yang memperkaya wawasan sekaligus mempererat jejaring antar mahasiswa.

UPA BK UHO memastikan program serupa akan terus dikembangkan secara berkelanjutan. Ke depan, tidak hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan intensif akan dilakukan agar strategi yang telah dipelajari dapat diterapkan secara optimal dalam kehidupan akademik sehari-hari.