Ganjar Pranowo Ingatkan Kader PDI Perjuangan di Sultra Terkait Amanat Rakyat

SULTRAMERDEKA.COM – Ganjar Pranowo mengingatkan seluruh kader PDI Perjuangan di Sulawesi Tenggara (Sultra), baik yang menjabat di eksekutif maupun legislatif, untuk menjaga amanat rakyat dan tidak terjerumus dalam pelanggaran hukum.

Pesan itu disampaikan menyusul maraknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang belakangan terjadi di sejumlah daerah.

Peringatan tersebut disampaikan Ganjar dalam kegiatan Rapat Internal dan Temu Kader PDI Perjuangan se-Sultra yang digelar di Kendari, Sabtu (11/4/2026).

Dalam forum itu, Mantan Gubernur Jawa Tengah ini menekankan pentingnya integritas kader dalam menjalankan tugas publik.

Menurut Ganjar, berbagai pemberitaan mengenai OTT yang melibatkan kepala daerah harus menjadi pelajaran serius.

Ia menyoroti praktik-praktik menyimpang, seperti permintaan kepada perusahaan, yang dinilai dapat merusak kepercayaan publik.

“Kita tahu, beberapa hari ini berita di media sudah muncul OTT di sana, OTT di sini, kemudian orang meminta-minta pada perusahaan dan sebagainya. Cobalah kita jaga ini, kader yang ada di legislatif maupun di eksekutif kita jaga itu,” tegasnya.

Ganjar juga menyampaikan bahwa secara struktural partai terus mengingatkan para pemangku kebijakan di daerah agar memiliki komitmen bersama dalam menjaga integritas.

Agenda rapat internal ini, kata dia, merupakan bagian dari upaya konsolidasi untuk memastikan seluruh kader tetap berada pada jalur yang sesuai dengan amanat rakyat.

“Ini agenda-agenda penting yang selalu kita ingatkan kepada para kader,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ganjar bersama Esti Wijayati yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi X DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Pemuda dan Olahraga.

Selain agenda internal partai, kehadiran rombongan DPP PDI Perjuangan di Kendari, termasuk Sekjen Hasto Kristiyanto, juga dalam rangka menghadiri kegiatan Barata Color Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/4/2026) di Area Eks MTQ Kendari.