Universitas Muhammadiyah Kendari Dorong Inovasi Pakan Ikan Ramah Lingkungan di Konawe Selatan 

SULTRAMERDEKA.COM – Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari memberdayakan masyarakat melalui program pengabdian berbasis teknologi tepat guna.

Melalui kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Diktisaintek Berdampak, tim dosen UM Kendari mengadakan pelatihan inovasi budidaya cacing sutra dan pembuatan pellet ikan berbahan limbah lokal di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.

Pelatihan yang berlangsung pada 1 dan 3 November 2025 ini menyasar Kelompok Mepokoaso, salah satu kelompok pembudidaya ikan air tawar di wilayah tersebut.

Kegiatan ini bertujuan memberikan solusi atas dua persoalan utama yang kerap dihadapi para pembudidaya, yakni kelangkaan pakan alami (cacing sutra) dan tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pellet pabrikan.

Ketua tim pelaksana kegiatan, Ary Tamtama, S.Pi., M.Pi., menjelaskan bahwa inovasi budidaya cacing sutra dilakukan menggunakan sistem rak bertingkat dengan sirkulasi air otomatis, sehingga lebih efisien dan hemat tempat.

“Dengan sistem ini, produktivitas cacing meningkat dan bisa menjadi sumber pakan alami yang berkelanjutan bagi pembenihan ikan,” ujarnya.

Sementara itu, Juhardin, S.Pi., M.Si., memberikan pelatihan tentang pembuatan pakan alternatif berbahan limbah lokal seperti dedak, ampas tahu, dan tepung ikan.

Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan tersebut tidak hanya menekan biaya pakan, tetapi juga mengurangi limbah organik di lingkungan sekitar.

Di sisi lain, Al Asy’ari Adnan Hakim, S.E., M.SE., turut membagikan wawasan tentang pengembangan usaha dan manajemen kelompok agar Kelompok Mepokoaso mampu mengelola produksi dan pemasaran secara berkelanjutan.

Peserta pelatihan mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung, mulai dari pembuatan media budidaya cacing sutra hingga proses pencampuran bahan pellet.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama sesi pelatihan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pembudidaya ikan di Desa Lamomea dapat mandiri dalam penyediaan pakan, sekaligus menciptakan model usaha budidaya ikan air tawar yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.(sm-01)