Upaya Dosen FKM UHO Perangi Kecacingan di Sekolah Dasar

SULTRAMERDEKA.COM – Berdasarkan data, ancaman kecacingan terhadap anak sekolah dasar di Indonesia masih cukup tinggi.

Kondisi ini mendorong Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo (FKM UHO) melakukan aksi nyata.

Mereka bergerak dengan program Pengabdian Kepada Masyarakat di SDN 2 Toronipa, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sabtu (19/7/2025).

Kegiatan bertema “Edukasi Pencegahan Kecacingan Melalui Pendampingan Pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 2 Toronipa” ini diikuti antusias oleh para siswa.

Edukasi dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan pemaparan materi, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemasangan poster edukasi, dan diakhiri dengan praktik mencuci tangan pakai sabun.

Sederet simulasi tersebut dipandu langsung oleh tim dosen FKM UHO dan diikuti secara interaktif oleh siswa.

Menurut WHO, Soil Transmitted Helminths (STH) atau cacing yang ditularkan melalui tanah menginfeksi sekitar 1,5 miliar orang atau 24 persen populasi dunia.

Jenis cacing yang umum adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Ancylostoma duodenale, Necator americanus).

Di Indonesia, prevalensi infeksi STH bervariasi antara 2,5–62 persen, sering menyerang anak usia sekolah dasar.

Berbagai faktor risiko turut memperburuk penyebaran STH. Anak yang tidak memakai alas kaki lebih banyak positif STH (83,3 persen) dibandingkan yang memakai alas kaki.

Sanitasi lingkungan yang tidak memenuhi syarat juga meningkatkan risiko (78,3 persen), begitu pula kebiasaan mencuci tangan tanpa sabun (78,8 persen).

Infeksi STH dapat menyebabkan gangguan gizi karena cacing memakan jaringan inang, termasuk darah, yang memicu kehilangan zat besi dan protein.

Cacing tambang bahkan bisa menyebabkan kehilangan darah usus kronis yang berujung anemia, terutama pada remaja putri dan wanita usia reproduksi.

Selain itu, infeksi dapat menurunkan nafsu makan, memicu diare dan disentri, serta mengganggu kebugaran fisik.

Tim dosen FKM UHO yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Dr. La Ode Muhamad Sety, S.KM., M.Epid. (Ketua), Akifah, S.KM., M.P.H. (Anggota), dan Renni Meliahsari, S.Gz., M.Kes. (Anggota).

Mereka berharap, edukasi ini dapat membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini, sehingga angka kecacingan di wilayah Soropia dapat ditekan.(sm-02)