Mendorong Perempuan Menggeliatkan UMKM dengan Pangan Lokal

SULTRAMERDEKA.COM — Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mendorong ketahanan gizi keluarga dan pemberdayaan ekonomi melalui pengolahan pangan lokal. Hal ini dilakukan dengan pelatihan pengelolaan sumber pangan lokal.

Melalui Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Kendari, pemerintah mendorong perempuan untuk bangkit sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berbasis potensi daerah.

Bertempat di Hotel Zahra Syariah, Rabu (09/07/2025), pelatihan ini mengusung tema “Pengaruh Motivasi Berwirausaha dalam Menggali Potensi Pangan Lokal untuk Ketahanan Gizi Keluarga terhadap Pertumbuhan Usaha UMKM melalui Goal Setting Tahun 2025.”

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kota Kendari, Maman Firmansyah, yang menekankan pentingnya semangat kewirausahaan lokal, terutama dalam konteks memanfaatkan kekayaan pangan khas daerah.

“Motivasi berwirausaha merupakan dorongan internal yang mendorong seseorang untuk menciptakan usaha dengan memanfaatkan peluang sekitar. Ini termasuk keberanian mengambil risiko, berinovasi, dan memiliki orientasi pada hasil,” jelas Maman dalam sambutannya.

Menurutnya, pelibatan perempuan dalam dunia usaha adalah langkah strategis yang tidak hanya berkontribusi pada ekonomi keluarga, tetapi juga pada ketahanan sosial masyarakat.

“Kita tidak ingin ibu-ibu hanya tinggal di rumah. Mereka bisa berkontribusi menghasilkan pendapatan dan meningkatkan ketahanan keluarga melalui wirausaha,” tegasnya.

Senada dengan itu, Ketua Bidang Ekonomi DWP Kota Kendari, Aisyah Jarnalis, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan program rutin tahunan yang menyasar anggota DWP dari berbagai OPD dan kecamatan.

Fokusnya dengan penguatan pengetahuan dan keterampilan mengelola pangan lokal, seperti sagu, jagung, dan ubi, sebagai alternatif karbohidrat.

“Pangan lokal tidak hanya bergizi, tapi juga bisa membantu mencegah penyakit seperti diabetes dan stunting pada anak. Kami ingin para ibu memahami bahwa kenyang tidak harus dari nasi,” ujar Aisyah.

Ia menambahkan bahwa pelatihan serupa ke depan akan diperluas dengan melibatkan pelaku UMKM pangan lokal secara lebih langsung agar dampaknya semakin nyata.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang. Dr. Suriana Koro, Sp., M.Kes. membawakan materi tentang penguatan gizi keluarga melalui pangan lokal.

Kemudian Dr. Ir. Nismawati, M.Si. yang juga menjabat Plh. Sekretaris Daerah, memaparkan kebijakan pemerintah dalam pembinaan UMKM.

Sementara itu, Heru Istawati, S.H. mengangkat pentingnya motivasi dalam berusaha, dan Abdul Ria Balada, S.S. membahas strategi perencanaan (goal setting) untuk pertumbuhan usaha di tahun 2025.

Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan, tidak hanya di lingkup rumah tangga, tetapi juga di komunitas.

Pemerintah Kota Kendari menargetkan terbentuknya ekosistem pangan lokal yang kuat, sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi lokal.(sm-01)