Tim Dosen Psikologi UHO Edukasi Mahasiswa Terkait Kesehatan Mental

SULTRAMERDEKA.COM — Di tengah meningkatnya tekanan akademik, mahasiswa semakin rentan mengalami stres yang berdampak pada kesehatan mental.

Menyadari pentingnya pemahaman tentang kesehatan jiwa di kalangan mahasiswa, tim dosen dari Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan psikoedukasi bertajuk “Kenali Diri, Sayangi Jiwa: Langkah Awal Menuju Kesehatan” pada Rabu, 19 Juni 2025, di Aula Fakultas Hukum UHO.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara tim dosen Psikologi UHO dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UHO.

Ketua BEM UHO, Muhammad Nabil Al Mahmud, menekankan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenali diri dan potensinya.

“Dengan mengenali diri, mahasiswa dapat menjaga kesehatan mentalnya dan menghindari tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.

Acara ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Kendari. Perwakilan Dinkes, Wa Ode Samana H, S.K.M., menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental.

Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah pelaksanaan skrining kesehatan jiwa secara menyeluruh di wilayah Sulawesi Tenggara untuk deteksi dini dan pencegahan gangguan jiwa.

Dalam sesi pemaparan, Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku Ketua Tim Pengabdian, menyoroti pentingnya mengenali kondisi emosi pribadi.

“Banyak mahasiswa yang terjebak dalam tekanan akademik dan ekspektasi sosial hingga melupakan kondisi batin mereka sendiri. Mahasiswa perlu lebih peka terhadap tanda-tanda kelelahan dan tekanan emosional,” jelasnya.

Ia mengajak peserta untuk melakukan penanganan dini sebelum stres berdampak buruk pada fisik dan relasi sosial.

Sementara itu, Astri Yunita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dari Ikatan Psikolog Klinis Sulawesi Tenggara, mengajak mahasiswa untuk meningkatkan self-awareness sebagai keterampilan dasar dalam menjaga kesehatan mental.

Ia menyarankan agar mahasiswa menyusun rutinitas yang sehat dan realistis.

“Relasi sosial yang sehat, pembagian waktu antara produktivitas dan istirahat, serta perawatan diri sangat penting. Gaya hidup seimbang mendukung kebahagiaan dan keberhasilan studi,” paparnya.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga dirancang dengan sesi diskusi interaktif yang memungkinkan peserta berbagi pengalaman dan menyampaikan kegelisahan mereka secara terbuka.

Diskusi ini mendapat sambutan hangat dari peserta yang merasa mendapat ruang aman untuk mengekspresikan diri dan memperoleh arahan langsung dari para ahli.

Antusiasme mahasiswa dalam mengikuti diskusi mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental.

Forum semacam ini dianggap sangat bermanfaat sebagai wadah edukatif sekaligus suportif.

Tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Eva Herik, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Astri Yunita, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Linda Fajriah, S.Psi., M.A., Akifah, S.KM., M.P.H., dan Lestariwati, S.Pd., M.Hum.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin sadar dan peduli terhadap kondisi fisik, emosional, dan psikologis mereka.

Langkah kecil dan konsisten dalam menjaga kesehatan jiwa menjadi kunci untuk membentuk pribadi yang utuh dan bahagia.

Inisiatif ini juga menjadi simbol komitmen UHO dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, suportif, dan memberdayakan mahasiswa secara menyeluruh.(sm-01)