Perempuan Penggerak Akar Rumput di Dua Kecamatan dalam Kota Kendari Dikukuhkan
SULTRAMERDEKA.COM – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sulawesi Tenggara, Gunartin, mengukuhkan Perempuan Penggerak Akar Rumput di Kota Kendari. Pengukuhan tahap awal berlangsung di Kecamatan Baruga dan Kecamatan Puuwatu pada 2–4 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun konsolidasi perempuan di tingkat kelurahan. Perempuan juga didorong memperkuat perannya dalam menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari rencana penguatan kapasitas perempuan di 62 kelurahan se-Kota Kendari. Program tersebut diarahkan untuk membentuk kader perempuan yang dapat menjadi penggerak di lingkungan masing-masing.
Pengukuhan tahap awal melibatkan perwakilan perempuan dari tingkat kelurahan. Peserta berasal dari Kecamatan Baruga dan Kecamatan Puuwatu.
Para peserta diharapkan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan komunikasi dan memahami peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Gunartin menyampaikan bahwa keterlibatan perempuan dalam pembangunan merupakan hal penting. Menurutnya, perempuan memiliki kedekatan dengan berbagai persoalan di lingkungan keluarga dan sosial.
“Perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan. Melalui peran perempuan di tingkat akar rumput, berbagai aspirasi masyarakat dapat lebih mudah disampaikan dan diperjuangkan kepada pihak-pihak terkait,” ujar Gunartin.
Ia mengajak seluruh peserta bersama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat Kota Kendari. Ajakan tersebut disampaikan sesuai tugas dan tanggung jawab yang diemban para peserta.
Pengurus DPD PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara, Wa Ode Farida S. Djarudju, turut hadir sebagai salah satu pemateri. Ia menyampaikan bahwa penyampaian aspirasi bukan hanya menjadi peran kaum laki-laki.
Menurut Wa Ode Farida, perempuan memiliki posisi penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat. Perempuan dinilai lebih memahami aspek sosial dan emosional dari berbagai persoalan warga.
Ia menyebut perempuan memiliki kemampuan untuk mendengar, merasakan, dan memahami kebutuhan masyarakat secara dekat. Karena itu, perempuan penggerak akar rumput dinilai penting untuk memperkuat komunikasi warga dengan pemangku kebijakan.
Kegiatan tersebut turut melibatkan Nurgana dan Naslim Sarlito sebagai fasilitator. Keduanya membantu pelaksanaan kegiatan agar berlangsung dengan baik dan interaktif.
Masyarakat yang hadir menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Peserta menilai program itu dapat membuka ruang lebih besar bagi perempuan dalam pembangunan.
Melalui program tersebut, perempuan Kota Kendari diharapkan tidak hanya menjadi penerima kebijakan. Perempuan juga diharapkan dapat menyampaikan aspirasi, memberikan solusi, dan mendorong perubahan di lingkungan masing-masing.



