PDI Perjuangan Soroti Ketahanan Energi Nasional dalam RAPBN 2027, Impor BBM dan LPG Jadi Perhatian
SULTRAMERDEKA.COM – Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Cornelis menyoroti pentingnya penguatan ketahanan energi nasional dalam pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN 2027 pada Rapat Paripurna DPR RI.
Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran menteri cabinet di Kompleks Senayan, Jakarta, Selasa (20/5/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa APBN harus menjadi instrumen perjuangan negara untuk melindungi rakyat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional di tengah tantangan geopolitik dan geoekonomi global.
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 berada pada kisaran 5,8–6,5 persen dengan inflasi 1,5–3,5 persen.
Sementara itu, sektor energi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.
Cornelis menilai tingginya ketergantungan impor energi harus menjadi perhatian serius.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, kebutuhan BBM nasional mencapai sekitar 1,33 juta barel per hari.
Sementara itu, impor bensin masih berada di kisaran 59–60 persen dan impor LPG lebih dari 83 persen kebutuhan domestik.
“Langkah mitigasi, penguatan kilang, diversifikasi sumber impor, dan optimalisasi produksi dalam negeri harus terus didorong,” ujar Anggota Komisi XII dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini.
Menurutnya, ketahanan dan kedaulatan energi merupakan bagian penting dari program prioritas Presiden Prabowo untuk memastikan sumber daya nasional dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.
Ketgam: Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Cornelis. Foto: gesuri.id





