Lazis Muadz Kendari Salurkan Makanan di Sejumlah Titik Banjir yang Minim Sentuhan

SULTRAMERDEKA.COM – Lazis Muadz Kendari menyalurkan bantuan makanan siap santap ke sejumlah kawasan terdampak yang dinilai masih jarang menerima bantuan pada Selasa (12/5/2026).

Penyaluran bantuan dilakukan untuk membantu kebutuhan konsumsi warga yang hingga kini masih bertahan di rumah maupun lokasi pengungsian.

Bantuan difokuskan ke beberapa titik terdampak seperti Lorong Pelangi, Lorong Pahala, Pasar Panjang, Kampung Makasar, hingga wilayah Lepo-Lepo.

Relawan membawa paket nasi kotak dan kebutuhan makan harian untuk dibagikan langsung kepada warga yang masih terdampak genangan banjir.

Sejak banjir melanda Kota Kendari pada 10 Mei 2026, lembaga tersebut telah mengoperasikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan makanan warga.

Dari dapur umum itu, ratusan porsi makanan disiapkan setiap hari dan didistribusikan ke berbagai wilayah yang membutuhkan bantuan cepat.

“Tim relawan sengaja mengarahkan distribusi ke lokasi yang belum banyak tersentuh bantuan kemanusiaan,” terang Lazis Muadz dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (13/5/2026).

Langkah itu dilakukan agar penyaluran bantuan lebih merata, mengingat beberapa wilayah seperti Wanggu telah mendapat dukungan dari dapur umum milik Dinas Sosial, Brimob, serta sejumlah lembaga lainnya.

Tak hanya menyalurkan makanan, relawan Lazis Muadz juga turun langsung memantau kondisi warga di lapangan.

Assessment dilakukan di kawasan permukiman yang masih tergenang untuk mengetahui kebutuhan mendesak masyarakat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

Dari hasil pemantauan, sejumlah wilayah di Kendari masih mengalami genangan cukup tinggi akibat meluapnya debit sungai.

Air yang belum surut membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian rumah masih sulit ditempati secara normal.

Kondisi cukup berat masih dirasakan warga di Lorong Kawat. Genangan air di kawasan itu belum surut karena posisi permukiman lebih rendah dibanding aliran sungai.

Warga bahkan harus menggunakan mesin alkon sewaan untuk membuang air dari rumah dan lingkungan sekitar menuju sungai.

Warga setempat mengaku sistem buka-tutup tanggul yang diterapkan saat banjir cukup membantu menahan luapan air sungai agar tidak semakin masuk ke kawasan permukiman.

Sementara itu, data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir di Kota Kendari telah merendam ratusan rumah dan berdampak pada ratusan kepala keluarga.

Di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, sedikitnya 178 kepala keluarga atau 317 jiwa terdampak banjir dengan tinggi muka air mencapai sekitar satu meter.