931 Relawan PMI Sultra Latihan Gabungan di Markas Yonif 725 Woroagi

SULTRAMERDEKA.COM – Sebanyak 931 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) yang terbagi dalam anggota Palang Merah Remaja (PMR) dan Korps Sukarela (KSR) se-Sulawesi Tenggara (Sultra) mengikuti latihan gabungan di Markas Yonif 725 Woroagi.

Latihan gabungan ini ditandai dengan pelepasan peserta oleh Ketua PMI Sultra, Abdurrahman Saleh di lapangan Eks MTQ Kendari pada sejak Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pembinaan generasi muda yang tergabung dalam PMR dan KSR dalam peningkatan kapasitas, keterampilan, serta semangat pengabdian di bidang kemanusiaan.

“Ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan bagian penting dari proses pembentukan karakter, penguatan jiwa kemanusiaan, serta peningkatan kapasitas generasi muda dalam menjalankan tugas-tugas kepalangmerahan,” kata Abdurrahman Saleh dalam sambutannya.

Ia menyampaikan bahwa anggota PMR dan KSR merupakan bagian penting dari kekuatan PMI dalam kegiatan kemanusiaan.

“Baik itu dalam menumbuhkan budaya peduli, solidaritas sosial, maupun kesiapsiagaan menghadapi berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk bencana alam dan kondisi darurat di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, semangat kepalangmerahan harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Untuk itu, para peserta diharapkan tak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan selama pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam keseharian.

“Yang tak kalah penting, jadikan latihan gabungan ini sebagai ruang mempererat persaudaraan, membangun kedisiplinan, meningkatkan kerja sama, serta menanamkan nilai kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang, suku, agama, maupun golongan,” ujarnya.

Ketua PMI Kota Kendari, Samsuddin Rahim berharap melalui kegiatan ini dapat menjadi sarana memperkuat koordinasi, membangun solidaritas antarkader kepalangmerahan, serta meningkatkan kualitas pembinaan PMR dan KSR di Sulawesi Tenggara.

“Ini juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bertukar pengalaman, mengembangkan kemampuan pertolongan pertama, meningkatkan kesiapsiagaan bencana, serta memperkuat semangat kerja sama dalam menjalankan misi kemanusiaan,” jelas Samsuddin Rahim.

Kegiatan latihan gabungan ini berlangsung hingga hingga 25 Oktober 2026 dengan pemberian berbagai materi teori maupun praktek kepada para peserta.