Siswa SMA di Kendari Diingatkan Penggunaan Gawai

SULTRAMERDEKA.COM – Siswa sekolah menengah atas (SMA) di Kota Kendari diingatkan untuk bijak menggunakan gawai seiring dimulainya kembali aktivitas belajar mengajar pascalibur panjang Nyepi dan Idulfitri, Senin (30/3/2026) pagi.

Peringatan tersebut disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Dewi Pridayanti, saat menjadi pembina upacara bendera di SMAN 2 Kendari.

Dalam amanatnya, ia menekankan pentingnya pembentukan karakter siswa di era digital, termasuk kedisiplinan dalam penggunaan perangkat elektronik.

Ia mengingatkan bahwa pemerintah telah mulai menerapkan pembatasan akses anak terhadap platform digital berisiko tinggi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025.

Peraturan tersebut mengatur tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas sejak 28 Maret 2026.

Menyangkut aturan itu, para pelajar diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan gawai dalam keseharian mereka.

“Setelah memasuki sekolah dari libur panjang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri, saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang telah diluncurkan Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga diimbau untuk disiplin menerapkan prinsip 3S dalam penggunaan gawai, yakni Screen Time, Screen Zone, dan Screen Break sebagai upaya menjaga keseimbangan aktivitas digital.

Dewi turut menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarpeserta didik sebagai bagian dari pengamalan nilai kebersamaan di lingkungan sekolah.

“Anak hebat itu menebar perdamaian, bukan menciptakan permusuhan. Di sekolah tidak boleh ada perundungan, kekerasan, dan intoleransi,” tegasnya.

Kepala SMAN 2 Kendari, Nur Aida, menyambut langsung kehadiran Kepala Balai Bahasa Sultra dalam kegiatan tersebut.

Dewi juga memberikan apresiasi kepada SMAN 2 Kendari sebagai salah satu lembaga binaan dalam pengutamaan penggunaan bahasa negara.

“SMAN 2 Kendari merupakan salah satu lembaga binaan Balai Bahasa Sultra dalam pengutamaan penggunaan bahasa negara. Kami harapkan agar terus menjadi teladan dalam menerapkan semboyan Trigatra Bangun Bahasa di lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Usai pelaksanaan upacara yang berlangsung tertib dan khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal. Seluruh siswa dan guru saling bersalaman dan bermaaf-maafan guna mempererat silaturahmi di momen bulan Syawal.