Ratusan Anak di Kota Kendari Terdiagnosa Stunting

SULTRAMERDEKA.COM – Ratusan anak di Kota Kendari terdiagnosa mengalami stunting. Pemerintah Kota Kendari mencatat sebanyak 462 anak masuk dalam kategori stunting berdasarkan pemetaan yang dilakukan melalui rapat koordinasi percepatan penanganan stunting.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan, dan berlangsung di ruang rapat Wakil Wali Kota Kendari pada Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 13 organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam upaya penanganan stunting di Kota Kendari.

Dalam rapat tersebut, Pemkot Kendari memetakan secara rinci jumlah anak yang terdiagnosa stunting untuk selanjutnya dilakukan penanganan secara terarah.

Sebanyak 462 anak yang terdata kemudian dibagi secara proporsional kepada seluruh OPD, termasuk Wali Kota, Wakil Wali Kota, anggota DPRD, hingga Baznas Kota Kendari.

Pembagian ini dimaksudkan agar seluruh unsur pemerintahan terlibat langsung melakukan intervensi di lapangan.

Sekda Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dibebankan pada satu OPD atau sektor kesehatan semata.

“Penanganan stunting tidak bisa dibebankan pada satu OPD saja. Karena itu, kita bagi tanggung jawab ini agar seluruh perangkat daerah terlibat langsung melakukan pendampingan kepada anak-anak yang terdata,” ujar Amir Hasan.

Ia menjelaskan bahwa dengan pembagian tanggung jawab tersebut, intervensi yang dilakukan diharapkan bisa lebih cepat, terarah, dan menyentuh langsung kebutuhan keluarga anak stunting.

Bentuk intervensi yang dilakukan berupa pendampingan intensif kepada keluarga anak stunting, termasuk penyerahan bantuan makanan bergizi dan kebutuhan pokok.

Pendekatan ini diharapkan mampu memperbaiki asupan gizi anak sekaligus meningkatkan perhatian keluarga terhadap pola asuh dan kesehatan.

Menurut Amir Hasan, langkah ini menjadi bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memastikan setiap anak yang terdata benar-benar mendapat perhatian.

Ia berharap upaya penanganan stunting ini dapat berjalan lebih efektif serta berdampak signifikan terhadap penurunan angkanya ke depan.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap anak yang terdata benar-benar mendapat pendampingan. Bukan hanya dicatat dalam laporan, tetapi benar-benar didatangi, dibantu, dan dipantau perkembangannya,” pungkasnya.(sm-01)