Mengisi Waktu Tunggu Pemudik Bandara Haluoleo dengan Buku

SULTRAMERDEKA.COM – Waktu tunggu penerbangan yang biasanya terasa membosankan di ruang tunggu bandara tampak berbeda di Bandara Haluoleo. Bandara yang berada di Kabupaten Konawe Selatan itu dibuat menjadi tempat menyenangkan, terutama bagi anak-anak.

Pada Selasa, 17 Maret 2026, suasana bandara justru dipenuhi tawa dan keceriaan melalui kehadiran buku-buku bacaan dan permainan edukatif.

Program bertajuk “Mudik Asyik Baca Buku 2026” yang diinisiasi oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Duta Bahasa Sultra dan pihak bandara, menghadirkan cara berbeda bagi para pemudik dalam memanfaatkan waktu luang sebelum keberangkatan.

Sejak pukul 13.00 Wita, area pojok baca disulap menjadi ruang interaksi yang hidup. Anak-anak terlihat larut dalam cerita yang dibacakan para Duta Bahasa dengan penuh ekspresi. Tak sedikit dari mereka yang kemudian memilih buku sendiri untuk dibawa pulang secara gratis.

Tak hanya membaca, aktivitas lain seperti permainan ular tangga berukuran besar turut menarik perhatian. Permainan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana belajar, karena setiap langkah disertai pertanyaan seputar bahasa dan pengetahuan umum.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari Kepala Unit Pelaksana Bandara Haluoleo, Denny Ariyanto, yang meninjau pelaksanaan kegiatan bersama Kepala Subbagian Umum BB Sultra, Abdul Razak. Kehadiran keduanya menunjukkan dukungan terhadap upaya peningkatan literasi di ruang publik.

Menurut Abdul Razak, kegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan minat baca sejak dini, bahkan dalam situasi yang tidak biasa seperti di tengah perjalanan mudik.

Ia menekankan bahwa buku dapat menjadi teman perjalanan yang menyenangkan bagi siapa saja, termasuk anak-anak dan keluarga.

Manfaat kegiatan ini pun dirasakan langsung oleh para pemudik. Salah satu orang tua mengaku terbantu karena anaknya memiliki aktivitas positif saat menunggu penerbangan yang mengalami keterlambatan sekitar 1,5 jam.

Pihak bandara menyambut baik inisiatif ini, terutama karena berlangsung selama periode mudik lebaran dan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi penumpang.

Kehadiran pojok baca dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih ramah dan edukatif di tengah padatnya arus mudik.

Memasuki pukul 16.00 Wita, minat pengunjung belum surut. Buku-buku yang dibagikan diharapkan tidak hanya menjadi hiburan sesaat, tetapi juga membawa semangat literasi hingga ke kampung halaman.

Dengan begitu, perjalanan mudik tidak hanya soal kembali ke asal, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baik yang bisa terus tumbuh.(sm-02)