Anggota TNI dan Pegawai RS Ismoyo Tewas Usai Kecelakaan Tunggal di Jalan Poros Kendari – Kolono

SULTRAMERDEKA.COM – Seorang anggota TNI AL dan seorang pegawai kontrak RS Dr. Ismoyo meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Poros Kendari–Kolono, tepatnya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 08.30 WITA.

Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam dengan nomor polisi DT 2697 OG yang dikendarai Muh. Agung Syahputra (19), berboncengan dengan Mutiara Mahdiyyah (22).

Data yang didapat dari identitas keduanya, mereka merupakan warga Desa Wangkanapi, Kecamatan Wolio, Kota Bau-Bau.

Berdasarkan kronologi kejadian dari pihak kepolisian, kendaraan yang melaju dari arah Kendari menuju Kolono dengan kecepatan tinggi itu kehilangan kendali saat melintasi jalan lurus beraspal di lokasi kejadian.

“Sepeda motor tersebut bergerak ke arah kiri dan menabrak jembatan atau deucker di sisi jalan,” terang Kasat Lantas Polres Konawe Selatan, Iptu Muhammad Subhan pada Kamis (19/3/2026) siang.

“Akibat benturan tersebut, kedua korban mengalami luka berat,” tambahnya dalam keterangan tertulisnya kepada SultraMerdeka.Com.

Muh. Agung Syahputra mengalami fraktur pada pergelangan tangan serta patah pada jari tengah dan jari manis, dan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Puskesmas Moramo.

Sementara Mutiara Mahdiyyah mengalami luka robek pada dagu dan dahi kiri serta luka lecet pada ibu jari kaki kiri, dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas Satlantas Polres Konawe Selatan yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengecek kondisi korban, serta mencatat identitas saksi dan korban.

Dari hasil olah TKP, kendaraan yang terlibat masih berada di lokasi, ditemukan bekas darah di jembatan, serta terdapat dua orang saksi di sekitar kejadian. Lokasi kecelakaan juga berada di area pemukiman warga dengan kondisi jalan lurus beraspal.

Kerugian material akibat kecelakaan tersebut diperkirakan mencapai Rp500 ribu. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi untuk penanganan lebih lanjut.(sm-01)