Musyawarah XI DPD Partai Golkar Kota Kendari: Momentum Penguatan Kepercayaan Publik
SULTRAMERDEKA.COM – Musyawarah XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Kendari dipandang sebagai momentum strategis bagi konsolidasi internal sekaligus penguatan kepercayaan publik terhadap partai berlambang beringin tersebut.
Forum musyawarah ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi organisasi, tetapi juga ruang pembuktian kematangan politik Golkar di tengah dinamika demokrasi lokal.
Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Kendari, Fadhal Rahmat, menilai bahwa keberhasilan Musyawarah XI sangat bergantung pada kualitas proses demokrasi di dalamnya.
Menurutnya, jika musyawarah berjalan secara terbuka, inklusif, dan produktif, dampaknya akan melampaui kepentingan internal partai.
“Musyawarah XI ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi panggung politik yang disaksikan publik. Jika prosesnya demokratis dan berorientasi pada kepentingan rakyat, maka Golkar akan memperoleh citra positif di mata masyarakat,” ujar Fadhal Rahmat di lokasi musyawarah pada Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan bahwa publik saat ini semakin kritis terhadap praktik politik. Oleh karena itu, setiap tahapan musyawarah harus mencerminkan nilai-nilai keadaban politik, keterbukaan, dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat.
Fadhal menambahkan bahwa musyawarah yang berjalan sehat akan memperkuat persepsi masyarakat bahwa Golkar adalah partai yang solid dan matang dalam mengelola dinamika internal.
Menurut Legislator dari Daerah Pemilihan Poasia, Abeli dan Nambo ini, soliditas tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan peran politik Golkar di Kota Kendari.
“Ketika kader mampu berdialog, berdebat secara rasional, dan mengambil keputusan bersama tanpa merusak persatuan, itu menunjukkan kematangan politik. Publik akan melihat Golkar sebagai partai yang kokoh dan terpercaya,” jelasnya.
Selain membangun citra dan kepercayaan, Fadhal juga menilai bahwa Musyawarah XI berpotensi meningkatkan daya tarik politik Golkar bagi simpatisan dan pemilih.
Partai yang mampu menunjukkan kepemimpinan kolektif dan visi yang jelas cenderung lebih diminati oleh pemilih rasional.
“Pemilih hari ini tidak hanya menilai program, tetapi juga kultur politik partai. Jika musyawarah berjalan produktif dan menghasilkan rekomendasi strategis untuk kesejahteraan masyarakat, itu akan memperkuat elektabilitas Golkar,” pungkasnya.(sm-01)





