3.514 Personel Disiagakan untuk Pengamanan Idul Fitri 2026 di Sultra

SULTRAMERDEKA.COM – Sebanyak 3.514 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Sulawesi Tenggara melalui Operasi Ketupat Anoa 2026.

Ribuan personel tersebut akan bertugas selama 13 hari guna memastikan masyarakat dapat merayakan lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar.

Kesiapan pengamanan itu ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Anoa 2026 yang digelar oleh Polda Sulawesi Tenggara di Lapangan Apel Presisi Polda Sultra, Kota Kendari, Kamis (12/3/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko dan dihadiri Wakapolda Sultra Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan, para pejabat utama Polda Sultra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Basarnas, pemadam kebakaran, satuan pengamanan (satpam), Senkom Mitra Polri, hingga Pramuka Saka Bhayangkara.

Dalam amanatnya, Kapolda Sultra menegaskan bahwa penyelenggaraan Operasi Ketupat merupakan langkah strategis yang dilakukan.

Ia mengatakan langkah pemerintah bersama Polri, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan untuk menjamin keamanan dan kelancaran perayaan Idul Fitri di tengah dinamika situasi global yang terus berkembang.

“Operasi Ketupat Anoa 2026 merupakan upaya terpadu Polri bersama TNI dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Irjen Pol Didik Agung Widjanarko.

Operasi Ketupat Anoa 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi.

Di wilayah Sulawesi Tenggara, aparat juga menyiapkan 66 pos pengamanan yang terdiri dari 41 pos pengamanan, 15 pos pelayanan, serta 10 pos terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis.

Hal tersebut dilakukan guna memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Kapolda Sultra juga menginstruksikan kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi agar meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemantauan terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat kelancaran perayaan Idul Fitri.

“Selain pengamanan lalu lintas dan aktivitas masyarakat, personel juga diminta memonitor ketersediaan serta distribusi bahan pokok dan bahan bakar minyak, serta mewaspadai potensi bencana alam mengingat kondisi cuaca yang dinamis di sejumlah wilayah,” katanya.

Secara keseluruhan, Operasi Ketupat Anoa 2026 di wilayah Sulawesi Tenggara melibatkan 3.514 personel gabungan yang terdiri dari Polda Sultra, Polres jajaran, TNI, serta berbagai instansi terkait lainnya guna memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan lancar.